Pemdes Kebon Bersinergi Dengan UII Dan UGM Kembangkan Wisata Bukit Pertapan

Kades Kebon berfoto bersama perwakilan dari UII dan UGM.

WartaKita.org – Upaya untuk mengembangkan Wisata Bukit Pertapan di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten terus dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Pada Minggu (17/2/2019) lalu misalnya, Pemerintah Desa Kebon mengundang perwakilan dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan perwakilan dari Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk membahas pengembangan Wisata Bukit Pertapan.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini, UII diwakili oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) dan Dosen pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UII. Sedang perwakilan dari Fakultas Geologi UGM diwakili oleh dosen serta Himpunan Mahasiswa Geologi UGM.

Langkah ini dilakukan dalam rangka membangun sinergi perguruan tinggi guna mempertegas pengukuhan Bukit Pertapan sebagai destinasi  wisata yang memiliki keunggulan khas.

Kepala Desa Kebon Sukaca dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada UII dan UGM yang telah berkontribusi memberikan manfaat dalam pendampingan masyarakat di Desa Kebon.

“UII dan UGM telah banyak membantu Desa Kebon. Sejak tahun 2016, UII sudah memberikan kontribusi dalam hal pemberdayaan masyarakat. Diantaranya pembentukan BUMDdes (Badan Usaha Milik Desa), pendampingan batik  jumputan, dan pengembangan sinergitas kawasan terpadu wisata Kebon Bayat. Sedang UGM  juga telah berkontribusi dalam pengembangan Bukit Pertapan sejak tahun 2017. Mulai dari awal observasi, perijinan ke Perhutani, sampai menyusun master plan awal pengembangan Bukit Pertapan,” katanya.

Kades Sukaca menyatakan, pertemuan ini dimaksudkan untuk membangun sinergi antar perguruan tinggi. Ini karena masing -masing perguruan tinggi memiliki kompetensi yang berbeda.

“Kita berharap, kedua perguruan tinggi ini dapat memberi kontribusi yang maksimal untuk mengembangkan Bukit Pertapan sebagai destinasi wisata unggulan yang khas,” ujarnya.

Menurut Sukaca, dari segi pemilihan nama, Bukit “Pertapan” ini sudah menggambarkan akan konteks kultur dan warisan budaya yang ada di Desa Kebon. Dan sisi lain, bukit ini juga menyimpan kekayaan geologi  yang perlu diketahui oleh masyarakat luas. “Modal dasar” ini bisa menjadi keunggulan dari Bukit Pertapan.

“Jika didesain sedemikian rupa, maka Bukit Pertapan bisa menjadi tempat wisata yang khas dengan segala kelebihannya. Karena itu, Pemerintah Desa Kebon perlu bermitra dengan UII dan UGM. Dengan kemitraan ini diharapkan kedua perguruan tinggi ini bisa memberi warna yang berbeda bagi pengembangan ekonomi Desa Kebon,” harapnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan pernyataan komitmen dari UII dan UGM untuk melakukan pendampingan masyarakat di Desa Kebon. Kedua perguruan tinggi ini akan bersinergi untuk menjadikan Desa Kebon sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi para wisata di Kabupaten Klaten dan daerah lainnya.

Pos terkait