WartaKita.org – Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLV Unit 35 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN – PPM) di Dusun Nogosari, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY dari 24 Juli sampai 22 Agustus 2024.
Selama KKN, mereka melaksanakan berbagai program kerja.
Salah satunya adalah program kerja sosialisasi yang mengusung tema “Memetri Budaya, Ngluhurake Seni”.
Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi Dana Keistimewaan dan Manajemen Seni kepada Paguyuban Kesenian Jathilan Turonggo Mudho Timbul Rahayu serta Perangkat Dusun Nogosari.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten, yaitu Kasubag Perencanaan Kundha Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, Agus Sri Winarno dan Pendiri Kebon Pasinaon Seni Omah Wayang Klaten, Kristian Apriyanta.
Dalam kesempatan itu, Kasubag Perencanaan Kundha Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, Agus Sri Winarno menjelaskan mengenai Dana Keistimewaan.
“Dana Keistimewaan merupakan alokasi dari APBN untuk mendukung kewenangan khusus di DIY, termasuk di bidang kebudayaan. Dana ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengembangan desa budaya, pelestarian warisan budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat local,” katanya.
Sedang Pendiri Kebon Pasinaon Seni Omah Wayang Klaten, Kristian Apriyanta menyampaikan materi mengenai manajemen seni. Tentu berdasarkan pengalamannya di Kebon Pasinaon Seni Omah Wayang Klaten.
“Pengelolaan sumber daya seni tradisi secara efektif itu penting dilakukan. Mulai dari pengembangan hingga pemasaran karya seni. Karena itu, kita perlu melibatkan komunitas dan meningkatkan apresiasi terhadap seni tradisi, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal,” ujarnya.

Sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Dusun Nogosari, terutama anggota paguyuban kesenian. Mereka antusias memperhatikan materi, informasi, dan strategi yang disampaikan para narasumber.
“Kami berharap, pengetahuan yang kami peroleh di sosialisasi ini dapat membantu dalam mengembangkan dan mempertahankan kesenian tradisional seperti jathilan, yang merupakan identitas budaya daerah kami,” ungkap Kepala Dusun Nogosari Roni Irawan.
Terkait, Anggota KKN – PPM UMBY, Aditya Tio Setyawan mengatakan, Program Kerja KKN – PPM UMBY ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara mahasiswa, Pemerintah Daerah, dan komunitas lokal untuk melestarikan budaya serta mengembangkan potensi seni sebagai sumber kesejahteraan ekonomi.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi pengelolaan seni yang lebih baik dan berkelanjutan di wilayah Gunungkidul,” harap mahasiswa Program Studi Psikologi UMBY ini.









