WartaKita.org – Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten menggelar sarasehan seni budaya di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Sabtu (5/9/2020) pagi.
Sarasehan seni budaya ini mengusung tema “Gerakan desa ramah budaya menuju keluhuran Klaten”.
Ketua panitia sarasehan seni budaya, Djoko Sarjono melaporkan, sarasehan seni budaya ini diikuti oleh pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Klaten, Ketua Dewan Kesenian Kecamatan, Camat, serta Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Ketua Forum Komunikasi BPD setiap kecamatan. Sarasehan seni budaya diikuti sekitar 150 peserta.
“Tujuan sarasehan seni budaya ini untuk membangun sinergitas antara Pemerintah dan masyarakat (pelaku seni) dalam memajukan kesenian daerah, sosialisasi konsep dasar “Gerakan desa ramah budaya”, penyusunan Peraturan Desa tentang Pemajuan seni budaya desa, dan persiapan pembentukan relawan pamong budaya desa tahun 2021,” kata Sekretaris Umum Dewan Kesenian Kabupaten Klaten ini.
Sedang Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Klaten Sunarna dalam sambutan mengapresiasi Dewan Kesenian Kabupaten dan Kecamatan yang telah berhasil menyelenggarakan sarasehan seni budaya di 26 kecamatan. Menurutnya, ini adalah bentuk komitmen, serta sinergi antara Pemerintah dan masyarakat atau pelaku seni.
“Pemerintah telah mendorong dan memberikan ruang, waktu, dan uang (anggaran) kepada masyarakat atau pelaku seni untuk berkarya dan berkreasi. Maka, sudah saatnya pelaku seni menciptakan karya seni yang mampu mengangkat nama Klaten,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan Plt Kepala Disbudparpora Kabupaten Klaten Sri Nugroho berharap, sarasehan seni budaya ini diharapkan dapat menjadi wahana menumbuhkan semangat dan motivasi bagi Pemerintah dan masyarakat dalam upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup, tumbuh, dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Klaten.
“Langkah tersebut perlu dilakukan agar nilai-nilai budaya positif yang telah diwariskan oleh para leluhur tidak luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar sehingga dapat menyebabkan kita kehilangan jati diri,” tandasnya.
Bupati Klaten menambahkan, seni dan budaya adalah suatu hal yang cukup penting dan perlu terus dikembangkan di tengah-tengah masyarakat.
“Seni dan budaya daerah yang tumbuh dan berkembang juga merupakan aset bangsa. Sehingga perlu dilestarikan, terutama dalam mencegah terjadinya krisis budaya,” ucapnya.
Usai sambutan bupati dilanjutkan dengan sarasehan seni budaya yang menampilkan sejumlah narasumber, yaitu Ketua Harian Dewan Kesenian Kabupaten Klaten FX Setyawan DS, Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten Sri Nugroho, Kepala Bagian Hukum Setda Klaten Sri Rahayu, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Klaten Jaka Purwanto.









