WartaKita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga Komandan Tempur Elektoral (KomandanTe) Bintang 3 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Klaten, Stephanus Sukirno secara resmi menutup Posko Bersama atau Posko Merdeka yang berada di Dukuh Pengkol, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan pada Minggu (19/5/2024) malam.
Acara penutupan Posko Merdeka Dapil 1 Klaten ini dihadiri Stephanus Sukirno, para KomandanTe Bintang 2, PAC, Kader, Relawan, dan undangan lainnya.
Stephanus Sukirno dalam sambutan menyampaikan, Posko Merdeka ini dibuka atau mulai diaktifkan pada Sabtu (12/8/2023) malam. Setelah dibuka, posko ini menjadi tempat atau sekretariat bersama bagi KomandanTe Bintang 3 dan para KomandanTe Bintang 2 untuk berkoordinasi, merencanakan, dan memutuskan berbagi kegiatan terkait Pileg dan Pilpres 2024.
“Namun sejak Maret 2024 (pasca Pemilu) sudah tidak ada kegiatan lagi. Karena sudah tidak ada kegiatan lagi, maka malam hari ini kita adakan penutupan Posko Merdeka,” katanya.
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah itu menyatakan, hampir semua orang yang pernah berkunjung ke posko ini mengatakan bahwa Posko Merdeka Dapil 1 ini luar biasa. Kegiatan di posko ini selalu ramai dan dinamis setiap harinya.
Alat kelengkapan posko seperti baliho calon presiden dan calon wakil presiden, baliho KomandanTe Bintang 3 dan Bintang 2, Kalender Elektoral, peta, Buku Harian, dan sebagainya ada, serta dikelola dengan baik.
“Tetapi, ini adalah satu-satunya Posko Merdeka di (Kabupaten) Klaten yang tidak bisa menghantar Bintang 3 kembali dilantik menjadi anggota dewan. Ya posko ini. Maka hebatnya dimana?” tanya.

Mantan Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang ini mengatakan, apa yang ia lakukan selama ini menjadi bukti bahwa dirinya sangat mencintai PDIP dan taat dengan keputusan partai.
“Saya mengajak semuanya untuk taat organisasi, untuk melaksanakan perintah partai. Caranya bagaimana? Ya, kita tugasnya melaksanakan perintah partai itu. Itulah yang namanya tegak lurus,” ujarnya.
Sukirno menambahkan, pada Pemilu 2024 ini, ia hanya mendapat “jatah” 1 Dapil, yaitu Dapil 1 Klaten. Sementara pada Pemilu 2019 lalu, ia mendapatkan 15 Dapil. Itu berarti, ia hanya mendapat 1 per 15 dari Pemilu yang lalu.
“Tetapi nggak masalah. Saya tetap menuruti apa yang menjadi kebijakan partai. Saya tidak protes dengan kebijakan partai, karena memang saya adalah kader PDI Perjuangan. Bukan orang yang sedang mencari kedudukan melalui PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Posko Merdeka ini dibuat melalui proses yang panjang, bukan seperti “Bandung Bondowoso” yang sehari jadi. Karena bagi Sukirno, pendirian Posko Merdeka ini sebuah wujud kecintaannya kepada partai, dan tegak lurusnya ia dengan instruksi partai.
“Di dalam (Posko) sana, isinya bermacam-macam. Apa yang diperintahkan induk partai, saya lakukan. Jadwal ada, peta ada, jumlah modal yang dimiliki masing-masing caleg bintang 2 ada, foto wajah caleg ada, buku harian juga ada,” paparnya.
Pada kesempatan itu Sukirno mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah membantu dan terlibat dalam kegiatan di Posko Merdeka. Ia juga mohon maaf apabila kegiatan di Posko Merdeka selama ini mengganggu warga sekitar.
“Saya berharap, kedepan akan tetap terjalin silaturahmi diantara kita. Bukan karena status saya sebagai anggota DPRD. Tetapi karena Sukirno secara pribadi, yang bukan apa-apa. Semoga kita tetap bisa bersahabat selamanya,” harapnya.

Menurut Sukirno, ada sesuatu yang “membanggakan” selama Posko Merdeka ini berada di Dukuh Pengkol. Posko ini pernah didatangi Bupati (yang juga Ketua DPC PDIP Klaten) sebanyak dua kali, dan juga dikunjungi Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, serta Pengurus DPP dan Ketua Bapillu DPP PDIP.
“Semoga hal itu tidak terlupakan. Dan bisa dimengerti semuanya. Maka, saya mohon pamit..,” ucap Sukirno.
Acara penutupan Posko Merdeka Dapil 1 Klaten ini dilakukan dengan pelepasan banner bergambar KomandanTe Bintang 3 dan para KomandanTe Bintang 2 oleh Koordinator KomandanTe Bintang 2, Agus Riyanto.
Usai penutupan Posko Merdeka, hadirin menyaksikan kesenian tradisional musik keroncong “Kanca Dewe” dari Klaten.









