Tumbuhkan Kepedulian Masyarakat, Mahasiswa KKN Kelompok 4 UP45 Yogyakarta Adakan Sarasehan Pengelolaan Sampah Di Perumahan Klaten Kencana

Suasana sarasehan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Kelompok 4 KKN Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta di Perumahan Klaten Kencana RT 01 RW 13, Desa Gemblegan, Minggu (20/8/2023).

WartaKita.org – Manusia menghasilkan sampah dari waktu ke waktu. Sampah yang tidak ditangani dengan baik menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan.

Jika membusuk di tempat pembuangan sampah yang tidak teratur dan dalam jumlah besar, maka akan menghasilkan gas methan. Gas methan yang tidak terkelola dengan baik akan meningkatkan gas rumah kaca dan potensi bahaya lainnya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, perlu cara untuk mengelola sampah khususnya organik secara efektif.

Demikian hasil Sarasehan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45) di Perumahan Klaten Kencana RT 01 RW 13, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Minggu (20/8/2023).

Kegiatan yang menghadirkan pembicara Wahyu Budi Utomo dari mahasiswa  KKN UP45 Kelompok 4 ini diikuti oleh puluhan ibu – ibu dari PKK RT 0101 RW 13 Perumahan Klaten Kencana. Sarasehan berlangsung antusias.

Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 4 KKN UP45, Sumpena dalam sambutan menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

“Penanganan sampah harus di mulai dari rumah tangga dulu,” kata Dosen Fakultas Teknik UP45 Yogyakarta itu.

Sedang pembicara Wahyu Budi Utomo memaparkan, dalam pengelolaan sampah, kuncinya adalah perlu menerapkan budaya baru, yaitu pemilahan, mengurangi, memanfaatkan dan daur ulang.

“Selanjutnya, sampah, khususnya sampah organik yang berasal dari sisa dapur seperti makanan atau sayuran dan sisa tanaman dapat diolah melalui budidaya maggot. Atau sampah organik tersebut disalurkan ke mitra penggerobak dalam wadah tersendiri,” ujarnya.

Wahyu Budi Utomo menyatakan, sebenarnya, sampah organik tersebut juga dapat diolah menjadi kompos. Pengomposan dapat dilakukan secara mandiri atau komunal menjadi pupuk kompos atau pakan ternak atau eco-enzyme.

“Metode pengomposan dapat menggunakan media takakura, ember tumpuk, biopori, lodong sisa dapur (losida) dan pupuk organik cair,” terang mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UP45 Yogyakarta ini.

Sarasehan Pengelolaan Sampah ini mendapat tanggapan yang baik dari peserta.

Wahyu Tri Mulyandari mengucapkan terima kasih atas inisiatif dari mahasiswa KKN kelompok 4 UP45 Yogyakarta yang telah mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kita berharap, warga dapat menerapkan ilmu tersebut,” harapnya.

Terkait, Ketua PKK Perumahan Klaten Kencana, Nunuk Wahyu NS mengungkapkan, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK RT01 RW13 Desa Gemblegan.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang melakukan sosialisasi sampai dengan praktik pembuatan kompos dengan compost bag untuk mengurangi sampah di lingkungan Klaten Kencana RW 13 ini,” ucapnya.

Pos terkait