WartaKita.org – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun 2024 di Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan Wilayah Kodim 0723/Klaten secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono di lapangan desa setempat, Rabu (8/5/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono hadir sebagai inspektur upacara pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun anggaran 2024 di lapangan desa setempat.
Dalam amanatnya, Sekda Klaten Jajang Prihono yang membacakan sambutan Bupati Klaten Sri Mulyani berharap, kegiatan TMMD Sengkuyung ini dapat mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempererat kerukunan di tengah masyarakat, dan berdampak secara nyata dalam pengembangan kawasan pedesaan di Desa Karangdukuh dan sekitarnya.
“Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada, semoga gerak langkah kita dapat mempercepat terwujudnya peningkatan perekonomian masyarakat setempat,” kata Sekda.
Sedang Perwira Pelaksana TMMD Sengkuyung yang juga Pasiter Kodim 0723/Klaten Kapten CBA Budiono dalam laporan menyampaikan, latar belakang terpilihnya Desa Karangdukuh sebagai lokasi program TMMD Sengkuyung ini karena terbatasnya akses jalan antar desa sehingga menghambat akses pertanian dan perekonomian masyarakat.
Sasaran fisik TMMD Sengkuyung kali ini yaitu betonisasi jalan sepanjang 210 meter dengan lebar 4 meter, pembangunan talud jalan sepanjang 210 meter dengan tinggi 4 meter, jambanisasi sebanyak 4 unit dan rehab rumah tak layak huni sebanyak 4 unit.
“Sedang sasaran non fisik berupa wawasan kebangsaan, penyuluhan berita hoaks, penyuluhan adminduk, dan penyuluhan kenakalan remaja,” ujarn Pasiter.
Sementara itu Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo menjelaskan, kegiatan TMMD Sengkuyung ini berlangsung dari tanggal 8 Mei 2024 sampai dengan 6 Juni 2024 dan dikerjakan oleh TNI, Polri, Perangkat Desa, Relawan dan juga masyarakat setempat.
“TMMD Sengkuyung merupakan salah satu operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI/Polri, departemen, lembaga pemerintahan non departemen, dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama dengan masyarakat,” jelas Dandim.









