Raih IKM 91,81, Layanan Puskesmas Wedi Diminati Masyarakat, Berbagai Inovasi Terus Dilakukan

Peserta Forum Konsultasi Publik (FKP) Lintas Sektoral yang diadakan Puskesmas Wedi berfoto bersama di Rumah Makan Joglo Tengah Sawah Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan pada Senin (6/4/2026).

Warta Kita.org – Angka kunjungan pasien di Puskesmas Wedi, Kabupaten Klaten terus meningkat. Dalam sehari, Puskesmas Wedi sering melayani lebih dari 250 pasien.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Unit Puskesmas Wedi dr. Wahyu Ciptadi pada acara Forum Konsultasi Publik (FKP) Lintas Sektoral yang diadakan di Rumah Makan Joglo Tengah Sawah Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan pada Senin (6/4/2026).

Bacaan Lainnya

“Angka kunjungan pasien (di Puskesmas Wedi) semakin hari semakin meningkat. Bahkan hari ini, sebelum saya berangkat ke acara (FKP) ini, sudah ada sekitar 240 pasien yang mendaftar. Alhamdulillah, ini sebuah kepercayaan bagi Puskesmas Wedi,” katanya.

Wahyu Ciptadi menjelaskan, dalam melaksanakan fungsinya, Puskesmas Wedi  mempunyai visi yaitu Terwujudnya Puskesmas Wedi sebagai sarana pelayanan yang profesional dan bermutu menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Sedang misi Puskesmas Wedi yakni satu, mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat. Dua, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, pemerataan dan keterjangkauan. Tiga, menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang profesional sesuai standar dan memuaskan masyarakat. Empat, menyediakan tempat pelayanan yang bersih dan aman sesuai standar dan prasarana yang memadai. Dan lima, membina kerja sama lintas program dan lintas sektoral.

Wahyu Ciptadi menyampaikan, layanan di Puskesmas Wedi ini ada 5 kluster.

Kluster 1 adalah managemen. Kluster 2 meliputi pelayanan ibu, pelayanan bayi dan balita, serta pelayanan remaja dan anak usia sekolah. Kluster 3 meliputi pelayanan usia dewasa dan pelayanan lansia. Kluster 4 meliputi pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Dan Kluster 5 adalah lintas kluster yang meliputi kegawatdaruratan, laboratorium, farmasi, kesehatan gigi dan mulut, serta fisioterapi.

“Pasien Puskesmas Wedi itu tidak hanya dari Kecamatan Wedi. Tetapi dari Kecamatan Gantiwarno dan Kabupaten Gunungkidul juga banyak yang datang ke Puskesmas Wedi. Karena saking banyaknya pasien, maka Puskesmas Wedi itu menjadi perujuk pasien ke 2 terbesar di BPJS Kesehatan Boyolali. Karena itu, kami terus melakuan perbaikan, sosialisasi layanan kepada pasien, bagaimana agar pasien terlayani dengan baik. Maka, kami mohon maaf, apabila dalam pelayanan selama ini ada yang kurang berkenan,” ungkapnya.

Kepala Unit Puskesmas Wedi dr. Wahyu Ciptadi saat memaparkan materi pada acara Forum Konsultasi Publik (FKP) Lintas Sektoral yang diadakan di Rumah Makan Joglo Tengah Sawah Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan pada Senin (6/4/2026).

Wahyu mengemukakan, Puskesmas Wedi terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatlkan pelayanan kepada pasien.

Inovasi Puskesmas Wedi itu diantaranya Dimas Denjaga (Wedi maju sehat dengan jamu keluarga), Lidi Gumelar (linsek (lintas sektoral) Wedi siap gerakan untuk mengatasi penyalit menular), Mas Yoga Bumil Sehati (Puskesmas yoga ibu hamil sehat, aman, senang hati), dan Tape Ketan (petani waspada leptospirosis dan sadar kesehatan).

“IKM (indeks kepuasan masyarakat) Pusksemas Wedi pada bulan ini mencapai skor 91,81. IKM adalah ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas. IKM ini mencakup berbagai aspek, seperti ketersediaan fasilitas, kualitas layanan, aksesibilitas, dan interaksi dengan petugas kesehatan,” jelasnya.

Sedang Camat Wedi Widaya menyambut baik acara Forum Konsultasi Publik Lintas Sektoral yang diadakan Puskesmas Wedi ini.

“Tujuan utama Forum Konsultasi Publik (FKP) adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui dialog partisipatif antara penyelenggara layanan dan masyarakat (pengguna layanan). FKP berfungsi menjaring aspirasi, masukan, dan keluhan untuk merumuskan, mengevaluasi, serta menyelaraskan kebijakan agar tercipta pelayanan yang transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Klaten Rina Nugroho Wahyuning Dewi saat menyampaikan arahan pada acara Forum Konsultasi Publik (FKP) Lintas Sektoral yang diadakan di Rumah Makan Joglo Tengah Sawah Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan pada Senin (6/4/2026).

Sementara itu Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Klaten Rina Nugroho Wahyuning Dewi mengatakan, dasar hukum Forum Konsultasi Publik ini adalah Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyelenggaraan FKP.

FKP adalah kegiatan dialog, diskusi pertukaran opini secara partisipatif antara penyelenggara layanan publik dengan publik untuk membahas antara lain rancangan kebijakan, penerapan  kebijakan, dampak kebijakan, evaluasi pelaksanaan kebijakan, ataupun permasalahan terkait pelayanan publik dalam kerangka transparansi dan efektivitas untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.

Sedang tujuan FKP yaitu pertama, memperoleh pemahaman hingga solusi, antara penyelenggara pelayanan dan masyarakat, antara lain pembahasan rancangan, penerapan, dampak, dan evaluasi kebijakan yang ditetapkan oleh penyelenggara pelayanan sehingga diperoleh kebijakan yang efektif dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik. Dan kedua, memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengusulkan, memberikan masukan dan saran kepada penyelenggara pelayanan publik atas layanan yang diterima selaku pengguna  layanan.

“Secara umum, manfaat FKP yaitu menyelaraskan kemampuan penyelenggara layanan dengan harapan publik, atau meminimalisir dampak kebijakan yang merugikan publik,” jelas Rina.

Untuk diketahui, FKP ini dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Klaten, Camat Wedi, perwakilan Danramil Wedi, Kapolsek Wedi, Kepala KUA Wedi, Korwil Pendidikan Wedi, Kepala SMAN 1 Wedi, Kepala Desa se Kecamatan Wedi, PKK, Poltekkes Surakarta, media massa, tokoh masyarakat, dan pengelola SPPG.

Pos terkait