WartaKita.org – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wedi, Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Klaten tahun 2020 di aula kantor Kecamatan Wedi pada Jumat (13/11/2020) siang.
Sosialisasi Pilbup Klaten ini diikuti oleh perwakilan Paguyuban Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya.
Ketua PPK Wedi Sumanto dalam sambutan mengatakan, pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, Kabupaten Klaten akan menggelar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup). Menurutnya, kesuksesan pesta demokrasi rakyat ini menjadi tanggung jawab bersama.
“Pilbup Klaten akan dapat berlangsung dengan baik dan lancar kalau semua elemen masyarakat nyengkuyung. Karena itu kita adakan sosialisasi Pilbup Klaten ini. Kita berharap, peserta sosialisasi bisa menyampaikan informarsi yang diperoleh di sini kepada warga lainnya secara getok tular. Semoga Pilbup Klaten dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” katanya.
Sosialisasi Pilbup Klaten disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi PPK Kecamatan Wedi Hayyu Nafi’u Rachman.
Dalam paparan Hayyu menyampaikan seputar tahapan-tahapan pilkada, hari pemungutan suara (coblosan), pasangan calon (paslon) peserta Pilbup, visi misi paslon, dan lainnya. Selain itu, juga disampaikan pentingnya pendidikan pemilih, terebih kepada pemilih pemula, yaitu mereka yang baru saja berusia 17 tahun, serta pensiunan TNI dan Polri.
“Sosialisasi dan pendidikan pemilih ini penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilbup Klaten 2020. Karenanya, warga Klaten yang sudah mempunyai hak pilih, berhak untuk menentukan pilihannya. Pilihlah sesuai hati nurani. Sebab pilihan Anda akan menentukan nasib Kabupaten Klaten ke depan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Hayyu juga menjelaskan prinsip pelaksanaan pemilihan serentak di era pandemi covid-19. Dalam pemungutan suara (coblosan) nanti, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Seperti pengaturan kehadiran pemilih di tempat pemungutan suara (TPS), mengecek suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak, pelarangan penggunaan alat secara bersama-sama, dan lainnya.
“Untuk memastikan agar petugas KPPS itu sehat, maka akan diadakan rapid test (covid-19) bagi KPPS dalam waktu dekat ini. Ini dilakukan untuk mewujudkan Pilbup yang damai, bersih, dan bermartabat, serta rakyat yang sehat dan selamat,” harapnya.









