Warta Kita.org – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten mengelar Temu Pengenalan Teknologi Filtrasi Berbasis Biofilter dan Karbon Aktif di Gedung Olah Raga (GOR) Dukuh Ngipik, Desa Danguran pada Kamis (21/8/2025).
Temu Pengenalan Teknologi Filtrasi Berbasis Biofilter dan Karbon Aktif ini untuk meningkatkan kualitas air khususnya kolam wisata di Dukuh Ngipik.
Kegiatan yang bertema “Penerapan Teknologi Filtrasi Berbasis Biofilter dan Karbon Aktif untuk Meningkatkan Kualitas Air Kolam Wisata di Dukuh Ngipik, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten” ini diikuti puluhan peserta dari unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, kelembagaan desa, RT/RW, Gabungan Kelompok Tani dan tokoh masyarakat Desa Danguran.
Pertemuan berlangsung antusias dan interaktif.
Ketua Tim PkM UP45 Yogyakarta Trisno Fallo MSc dalam sambutan menyampaikan tentang kondisi lingkungan di Desa Danguran, khususnya Kolam Wisata Dukuh Ngipik.
“Kabupaten Klaten ini terkenal dengan potensi alam berupa sumber mata air yang melimpah. Salah satunya di Desa Danguran ini. Potensi tersebut telah dikembangkan menjadi potensi wahana wisata air berupa kolam renang di Dukuh Ngipik. Akan tetapi, belum dapat difungsikan secara optimal dikarenakan kualitas airnya,” katanya.
“Setelah kami berkoordinasi dengan warga setempat dan mendapatkan ijin dari Pemerintah Desa Danguran, serta dengan dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, maka kami mengadakan riset awal dan melakukan rancang bangun teknologi untuk meningkatkan kualitas air kolam wisata di Desa Danguran ini,” tambah Dosen Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UP45 ini.
Sedang pemateri dari Tim PkM UP45 Yogyakarta, Andri Prasetyo Nugroho MSc dalam kegiatan tersebut memaparkan tentang kajian kondisi air dan teknologi untuk mengatasinya.
Menurutnya, hasil uji laboratorium mata air pada kolam wisata Dukuh Ngipik ini untuk kekeruhan menunjukkan 7,07 + 1,04, pH menunjukkan posisi masih normal atau baik yakni 7,03 + 0,26, dan besi (Fe) terlarut 0.90 + 0,19 mg/l.
“Untuk pH-nya masih dalam kondisi baik, namun kandungan besi (Fe) terlarut ini yang perlu dilakukan langkah solusi bagaimana menghilangkan kandungannya,” ujarnya.
Andri Prasetyo Nugroho menyatakan, dari hasil kajian tersebut, maka Tim PkM UP45 merekomendasikan dilakukan Biofiltrasi. Biofiltrasi ini merupakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat jika mengalami masalah kualitas air di lingkungannya.
“Biofiltrasi ini dengan memanfaatkan kandungan Zeolite dan Silica serta Karbon Aktif yang fungsinya untuk meningkatkan kualitas air, khususnya mengurangi kekeruhan air yang tercampur dengan kandungan fe tersebut,” terang Dosen Prodi Teknik Lingkungan FT UP45 ini.
Sementara itu Kepala Desa Danguran Kamta Budi Santosa SH dalam sambutan memaparkan kondisi pengembangan potensi alam di Desa Danguran.
“Pemerintah Desa Danguran bersama masyarakat telah berusaha mengembangkan potensi yang ada di Desa Danguran ini. Salah satunya keberadaan wahana kolam wisata di Dukuh Ngipik, namun belum optimal. Kami merasa bangga dan sangat terbantu dengan kehadiran Tim PkM Universitas Proklamasi 45 dalam ikut serta mengatasi persoalan kualitas air ini. Kami percaya, dengan solusi yang direkomendasikan dari civitas akdemika ini, semoga kualitas air membaik dan dapat difungsikan kembali,” harap Kades Danguran.
Terkait, Tokoh masyarakat Desa Danguran, Aris Mulyanto dalam sesi dialog berharap, jika wisata air di Desa Danguran sudah dapat tumbuh dan berkembang perlu memadukan dengan potensi wisata lainnya secara terpadu. Seperti destinasi wisata kuliner dan destinasi agrowisata yang saat ini potensi tersebut telah tersedia.
“Selain itu, perlu pengelolaan sampah agar tidak menjadi masalah baru di desa,” ucap Ketua RT 1 RW 6 Desa Danguran ini.









