Tingkatkan Kualitas, 12 Peserta Ikuti Uji Kompetensi Dan Sertifikasi DPS

Peserta Pendalaman Materi, Uji Kompetensi, dan Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) berfoto bersama.

Warta Kita.org – Rangkaian Pendalaman Materi, Uji Kompetensi, dan Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang digagas oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY melalui Departemen Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) berkolaborasi dengan pihak lain resmi ditutup di Hotel Burza Yogyakarta pada Sabtu (21/9/2025).

Dalam hal ini, MES DIY bekerjasama dengan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK), Asosiasi BMT Indonesia (ABSINDO), Pusat Koperasi Syariah (PUSKOPSYAH) DIY, serta Lembaga Sertifikasi Profesi Majelis Ulama Indonesia (LSP MUI).

Bacaan Lainnya

Program strategis ini mendapat dukungan penuh dari BPD DIY Syariah sebagai mitra utama.

Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahapan, yaitu pendalaman materi secara daring pada 8–11 September), tatap muka di Hotel Burza Yogyakarta pada 19–20 September, serta Uji Kompetensi dan Sertifikasi DPS berbasis portofolio secara langsung yang didampingi para asesor LSP MUI pada Ahad (21/9/2025).

Acara ini diikuti oleh 12 peserta yaitu 4 perwakilan BPR Syariah dan 8 perwakilan koperasi syariah/BMT yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lampung, Samarinda, Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah

Dalam kesempatan ini, LSP MUI menghadirkan asesor Dr Dede Abdul Fatah dan Dr Aminudin Yakub.

Dr Aminudin dalam kesempatan ini menekankan bahwa posisi DPS di masa depan akan semakin kuat, seiring dengan pengesahan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) terbaru dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait DPS.

Sedang Pengurus MES DIY Ir Bambang Edi Asmara dalam pidatonya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti asesmen, sekaligus apresiasi kepada LSP MUI yang telah berperan sebagai penguji.

“Penutupan kegiatan ini menandai babak baru dalam peningkatan kualitas DPS di Indonesia. Di tengah perkembangan industri keuangan syariah yang semakin kompleks, kehadiran DPS yang profesional dan tersertifikasi menjadi kunci kredibilitas lembaga keuangan syariah,” ucap Bambang.

Pos terkait