WartaKita.org – Suasana di Dukuh Bogo, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Senin (5/8/2024) itu begitu hidup dengan kehadiran puluhan ibu PKK yang penuh semangat.
Mereka berkumpul di acara pertemuan rutin PKK yang kali ini terasa istimewa karena ada program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP), Nurul Hidayah Lutfitasari.
Dengan tajuk “Pendampingan Manajemen Keuangan Rumah Tangga dan Demonstrasi Kuliner: Membuat Mochi Jahe serta Pemanfaatan Tanaman Toga,” kegiatan ini berhasil menarik perhatian sekitar 50 ibu PKK.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini diawali dengan perkenalan singkat dari Nurul. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi mengenai manajemen keuangan rumah tangga secara digital.
Dalam era digital saat ini, penting bagi setiap keluarga untuk melek teknologi, terutama dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan. Nurul memaparkan bagaimana pencatatan keuangan yang baik bisa membantu dalam mengatur pengeluaran dan pemasukan, serta memberikan ketenangan dalam perencanaan finansial jangka panjang.
Materi yang disampaikan tidak berhenti sampai di situ. Nurul juga mengenalkan pemanfaatan tanaman toga (tanaman obat keluarga) yang ada di sekitar rumah sebagai sumber kesehatan alternatif sekaligus peluang usaha kecil.
Materi ini disambut baik oleh para ibu PKK. Mereka melihat materi yang disampaikan Nurul ini sebagai cara mudah dan ekonomis untuk menjaga kesehatan keluarga.
Puncak acara yang paling dinantikan adalah demonstrasi pembuatan mochi jahe yang tak hanya memperkenalkan resep baru, tetapi juga membuka peluang usaha kecil bagi para ibu PKK.
Dalam sesi ini, dua para ibu PKK diajak langsung untuk mempraktikkan cara membuat mochi jahe yang didampingi langsung oleh Nurul. Demonstrasi ini dirancang sedemikian rupa agar mudah diikuti, dengan takaran yang sederhana dan langkah-langkah yang tidak rumit.

Antusiasme meningkat ketika hasil mochi jahe yang telah dibuat dicicipi oleh para ibu PKK lainnya. Rasanya yang enak, serta proses pembuatannya yang mudah membuat banyak dari mereka tertarik untuk mencoba membuatnya di rumah.
Tidak hanya itu, Nurul juga memberikan saran mengenai kemasan produk yang menarik, sehingga mochi jahe ini bisa dipasarkan sebagai produk unggulan desa.
Sebagai bagian dari materi, Nurul juga menyediakan booklet digital yang berisi panduan tentang pemanfaatan tanaman toga dan template pencatatan keuangan rumah tangga dalam format Excel.
Ibu-ibu PKK dapat mengakses materi ini melalui tautan Booklet Pemanfaatan Tanaman Toga: bit.ly/TOGAKKNUNDIP24 dan Template Excel Pencatatan Keuangan Rumah Tangga: bit.ly/TemplatePencatatanKeuanganRumahTangga
Dalam booklet keuangan ini, Nurul memberikan berbagai informasi penting mengenai fondasi pencatatan keuangan, termasuk definisi, rumusan perhitungan, dan berbagai contoh praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi, di mana para ibu PKK Dukuh Bogo berfoto bersama peserta dan pengurus inti PKK Dukuh Bogo.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para ibu PKK, tetapi juga meningkatkan semangat mereka untuk lebih aktif dalam mengelola keuangan rumah tangga dan mencoba peluang usaha baru.

“Mbak Nurul saat mengisi kegiatan PKK Dukuh Bogo sangat diterima ibu-ibu anggota PKK. Karena bersikap ramah, murah senyum dan jelas dalam menyampaikan materi. Saya berpesan, lanjutkan pendidikanmu agar bisa berguna bagi masyarakat luas terutama masyarakat desa yang masih sangat membutuhkan informasi edukatif dan inspiratif,” tutur Janti, saat tanyai tentang kesan pesannya mengikuti kegiatan itu.
Program KKN yang dilaksanakan oleh Nurul Hidayah Lutfitasari ini menunjukkan betapa pentingnya pemberdayaan perempuan dalam aspek keuangan dan ekonomi lokal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen keuangan dan keterampilan dalam produksi makanan lokal, para ibu PKK di Desa Tibayan kini memiliki fondasi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan berkontribusi pada ekonomi desa secara keseluruhan.









