WartaKita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 1 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang ditempatkan di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Sigit Fathurrahman melakukan sosialisasi tentang pentingnya pajak dan pelatihan tata cara pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi wajib pajak orang pribadi secara daring di Desa Pugeran pada Sabtu (21/1/2023) lalu.
Dalam kesempatan itu, Sigit Fathurrahman menjelaskan, sebagai warga negara Indonesia yang baik, masyarakat wajib berperan dalam pembangunan. Salah satu cara warga berperan dalam pembangunan adalah dengan menyisihkan penghasilan mereka untuk membayar pajak. Pajak menjadi penghasilan terbesar negara dalam pembangunan.
“Untuk membayar pajak yang efektif dan efisien, kita disarankan memiliki NPWP. Berdasarkan Pasal 1 Nomor 6 Undang Undang Nomor 28 Tahun 2007, NPWP adalah tanda pengenal bagi wajib pajak yang diberikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP),” katanya.
Mahasiswa Sekolah Vokasi Jurusan Akuntansi Perpajakan Undip ini menyampaikan, NPWP berfungsi sebagai tanda pengenal diri atau indentitas seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
“NPWP juga berfungsi sebagai pemenuhan persyaratan administrasi perpajakan di sektor manapun. Mulai dari melamar pekerjaan, mengajukan kredit, bahkan surat izin usaha perdagangan. Semuanya membutuhkan NPWP,” ujarnya.
Menurut Sigit, pengetahuan masyarakat Desa Pugeran dalam hal perpajakan masih kurang. Selama ini, masyarakat Desa Pugeran khususnya remajanya, kebanyakan bekerja sebagai buruh pabrik.
Berangkat dari “keprihatinan” tersebut, maka mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2023 membuat program pelatihan pembuatan NPWP bagi remaja. Pelatihan ini bertujuan sebagai pemenuhan persyaratan dalam melamar pekerjaan. Selain itu, agar remaja berperan dalam pembangunan negara melalui pajak.
“Pembuatan NPWP yang dilakukan pada program kerja ini adalah secara online melalui web e-registration. Persyaratan dalam pembuatan NPWP secara online ini hanya membawa KTP dan KK beserta gawai masing – masing. Masyarakat yang mengikuti program ini sebagian besar adalah remaja yang sedang mencari pekerjaan,” terangnya.

Sigit menambahkan, ada kendala yang dihadapi saat melaksanakan program kerja ini, yaitu stigma masyarakat yang takut dengan pajak.
“Padahal jika kita belum memiliki pekerjaan, kita tidak diwajibkan untuk melapor ataupun membayar pajak. Bahkan, pandangan terhadap NPWP masih dianggap tidak penting oleh sebagian masyarakat,” tandasnya.
Untuk diketahui, program kerja ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pajak, khususnya bagi remaja.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN TIM 1 Universitas Diponegoro tidak hanya melakukan pelatihan ataupun sosialisasi saja, melainkan juga melakukan pendampingan dalam hal pembuatan NPWP kepada masyarakat yang ingin memiliki NPWP.
(Sigit Fathurrahman, Jurusan Akuntansi Perpajakan, mahasiswa KKN TIM 1 Universitas Diponegoro di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo)









