WartaKita.org – Sebanyak 65 anak di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menerima Komuni pertama pada Minggu (3/6/2018) pagi. Penerimaan Komuni pertama ini bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.
Pastor Kepala Paroki Wedi, Rama Andrianus Maradiyo, Pr dalam homili mengajak umat untuk membangun komunitas injili. Komunitas yang senantiasa mewartakan kabar gembira kepada semua orang.
“Di tengah maraknya berita hoax, fitnah, dan ujaran kebencian yang berkembang di media sosial akhir-akhir ini, maka umat Katolik diajak untuk mewartakan kabar yang menyejukkan suasana, yang meneguhkan iman, dan yang menguatkan persaudaraan kepada sesama. Dan ini (membangun komunitas injili) harus dimulai dari keluarga,” kata rama.
Rama Maradiyo juga berpesan kepada para orangtua untuk “membatasi” anaknya dalam menggunakan alat komunikasi seperti handphone (HP).
“Anak perlu dibatasi (dalam menggunakan alat komunikasi). Kalau diuja (dibiarkan), bisa menyesatkan. Dalam jangka panjang, anak bisa mengalami kelelahan otak. Anak jadi autis, yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Anak jadi tidak peduli kepada lingkungan dan sesamanya. Maka, anak jangan “diracuni” dengan berbagai fasilitas komunikasi yang belum waktunya. Sebab, kita akan menyesal di kemudian hari,” ujar rama.
Di akhir homili, Rama Maradiyo berpesan kepada anak-anak untuk ikut kegiatan misdinar. Anak-anak juga diminta mengajak orangtuanya untuk rajin mengikuti perayaan Ekaristi baik di gereja maupun di lingkungan.
Sedang perwakilan orangtua penerimaan Komuni pertama, Martinus Sumarjo menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih karena anak –anak sudah diperkenankan menerima Komuni untuk yang pertama kali.
“Kita bersyukur karena mulai sekarang, anak-anak sudah bisa mengikuti perayaan Ekaristi secara penuh. Sudah boleh menerima Komuni,” ucapnya.
Usai Ekaristi, anak-anak penerima Komuni pertama berfoto bersama rama. Selanjutnya diadakan ramah tamah dan pahargyan sederhana di Balai Mandala.









