WartaKita.org – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang jatuh pada Minggu (3/6/2018) dimaknai secara “spesial” oleh umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten. Di Paroki Wedi diadakan tiga kegiatan, yakni jaga bakti Adorasi Ekaristi dari sore sampai pagi, penerimaan Komuni pertama, dan aksi donor darah.
Dalam aksi donor darah ini, Tim Kesehatan Paroki Wedi bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Klaten. Aksi donor darah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Paroki Wedi setiap tiga bulan sekali.
Aksi donor darah kali ini terasa “istimewa”. Ini karena bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dan bulan Ramadhan. Sebab pada bulan Ramadhan, biasanya jumlah pendonor darah menurun sehingga persediaan darah di PMI berkurang. Karena itu, umat Paroki Wedi perlu terlibat dan peduli dalam penyediaan darah bagi sesamanya.
Koordinator Tim Kesehatan Paroki Wedi, Antonius Dwi Noorwahyudi menyampaikan, jumlah peserta yang mengikuti donor darah ada 48 orang. Tetapi yang memenuhi syarat dan bisa berdonor sejumlah 36 orang. Rinciannya, untuk golongan darah A sebanyak 9 kantong, B 12 kantong, O 13 kantong, dan AB 2 kantong.
“Mereka yang tidak memenuhi syarat (untuk berdonor darah itu) pada umumnya karena kadar Haemoglobin (HB)-nya terlalu rendah atau terlalu tinggi,” katanya.
Sedang Pastor Kepala Paroki Wedi Rama Andrianus Maradiyo, Pr dalam homili pada perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu (3/6/2018) mengatakan, seperti Yesus yang telah memberikan tubuh dan darah-Nya untuk keselamatan manusia, maka umat juga harus mau mendonorkan darahnya untuk kehidupan sesamanya.
“Pada bulan Ramadhan seperti ini, biasanya stok darah di PMI (Klaten) berkurang. Maka umat diajak untuk ikut berdonor darah, untuk mau memberikan kehidupan kepada sesama. Seperti Darah Kristus yang juga memberikan kehidupan kepada kita,” pesan rama.









