WartaKita.org – SMK Negeri 1 Klaten mengikuti Festival Ketoprak Pelajar (FKP) ke IX tahun 2018 tingkat SMA/SMK yang berlangsung di aula SD Krista Gracia Klaten dari Jumat (7/9/2018) sampai Selasa (11/9/2018). SMK Negeri 1 Klaten tampil pada hari Senin (10/9/2018) pukul 14.00 WIB.
Ketoprak dari SMK Negeri 1 Klaten ini dimainkan lebih dari 35 pemain dan didukung sekitar 10 personil di tim artistik. Ketoprak SMKN 1 Klaten ini dbawah bimbingan Kepala Sekolah Budi Sasangka dan empat pembina, yaitu Wahyudi, Parjiyanta, Pertiwi Rikahayu, dan Endang Basirotun.
SMK Negeri 1 Klaten menampilkan lakon “Kalang Wisa Mbetak”. Lakon ini diambil dari sebuah legenda di Tulung Agung yang berlatar belakang kerajaan Majapahit semasa pemerintahan Prabu Brawijaya. Kisah ini dipercaya sebagai asal muasal terjadinya (daerah) Kalangbret Tulung Agung.
Dalam lakon ini tersimpan sebuah ajaran, jika keserakahan menguasai diri manusia, akan menjadikan kerakusan akan kekuasaan dan juga berperilaku kesewenang-wenangan sehingga menghancurkan semua. Dan akhirnya, dirinya sendiri harus menerima akibat dari perbuatannya itu. Siapa menabur badai, dia sendiri akan menuai badai itu.
Ketoprak SMK Negeri 1 Klaten ini dimainkan oleh Bima Irpan Saefudin sebagai Kyai Kasan Besari, Wilson Frdaus (Buyut Teluk Agung), Allan Syaka Buana (Sarwa), Yohanes Don Bosco SE (Adipati Kalang), Amalia Maharani (Retna Mursada), Valentino Christian (Adipati Menak Sopal), Hendry Restu Putra (Sarwana), Agnes Rina Andriani (Rara Kembang Sore), Bagas Budi Prasetyo (Patih Harya Premada), dan Nur Rifa’I Dorojatun (Patih Bale Rangkas).
Sedang Ibnu Handoyo memainkan tokoh Pangeran Soka, Rahmat Reza Darmawan (Adipati Bedalem), Severa Aryas Nilapraconda (Rara Ringgit), Utami Kuncoro Wati (Abdi Juru Taman), M Syauqi Alibasya Khisawa Shiddiqi (Prajurit Betak I), Slamet Eko Purnowo (Cantrik Banarawa), Yonathan R (Lembu Peteng), Devi Rahmadani (Abdi Juru Taman), Widya Febi P (Abdi juru Taman), Pramudia Bagus S (Prajurit), Rizki Wahyudi (Prajurit), dagelan, serta sejumlah prajurit lainnya.
Anak-anak SMK Negeri 1 Klaten ini mampu tampil bagus. Pemain dapat memainkan perannya masing-masing dengan baik. Dialog yang disampaikan para pemain berjalan lancar. Akting mereka juga menawan. Aksi dan banyolan dari para dagelan sangat menghibur dan membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Kepala SMK Negeri 1 Klaten Budi Sasangka melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kehumasan Budi Suko, mengapresiasi penampilan para siswa ini. Menurutnya, ini adalah wujud nyata peran generasi muda (pelajar) dalam ikut melestarikan atau nguri-uri seni budaya yang ada di Indonesia, terutama ketoprak.
“Dalam pentas ketoprak ini ada penanaman atau pembentukan karakter pada diri anak (pelajar). Mereka dilatih untuk percaya diri (tampil di depan umum), mau bekerja sama, menghargai karya orang lain, dan sebagainya. Anak-anak juga diajar mengenai kejujuran, kesetiaan, kesederhanaan, pengendalian diri, dan lain-lain. Kegiatan Festival Ketoprak Pelajar ini sungguh positif, dan sangat baik untuk pendidikan karakter anak,” ucapnya.
Sekadar dketahui, Festival Ketoprak Pelajar tingkat SMA/SMK yang diinisiasi oleh Amigo Peduli Budaya ini diikuti oleh 27 sekolah, terdiri dari 11 SMA dan 16 SMK, serta dari 17 sekolah negeri dan 10 sekolah swasta. Dari 27 sekolah itu, 23 sekolah dari Kabupaten Klaten, 1 sekolah dari Karanganyar, 2 sekolah dari Boyolali, dan 1 sekolah dari Sukoharjo. Festival Ketoprak Pelajar ini memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah dan Piala Bupati Klaten dengan kejuaraan 52 kategori.









