WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur atas apa yang telah diraih atau diterima seseorang.
Seperti yang dilakukan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Prof Dr Paiman Raharjo.
Paiman Raharjo menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Wahyu Kamulyan” di halaman Rumah Kalimosodho Dukuh Gopaten, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Minggu (27/8/2023) malam.
Pentas wayang kulit ini dimainkan dalang kondang Ki Tantut Sutanto dari Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.
Ditemui sebelum pentas wayang kulit, Wamendes PDTT Paiman Raharjo menyampaikan, pentas wayang kulit ini diadakan dalam rangka tasyakuran dan memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke 78.
“Ini adalah perwujudan nazar (janji) dari masyarakat sekitar. Nanti kalau Pak Paiman dilantik jadi Wakil Menteri atau Menteri, kita mengadakan wayangan. (pentas wayang kulit) Ini kita wujudkan untuk menghibur masyarakat yang sudah lama tidak ada hiburan,” katanya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta itu menyatakan, pentas wayang kulit ini juga sebagai wujud syukur karena bangsa Indonesia telah mencapai umur ke 78 tahun.
“Tentunya harapan kita semua, bangsa Indoensia semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan terhindar dari berbagai cobaan. Dan harapan kita juga, dengan adanya hiburan ini, masyarakat bisa terhibur, dan bisa juga memaknai cerita atau lakon (wayang) malam ini,” ujarnya.
Paiman Raharjo menjelaskan, cerita pentas wayang kulit malam ini adalah Wahyu Kamulyan. Ini menceritakan bagaimana Pandawa memperoleh kamulyan melalui Punakawan, yaitu Semar atau Ki Bodronoyo.
“Harapannya adalah, masyarakat ini, bisa selalu bersyukur, memiliki optimisme, jangan pesimis. Apa yang disampaikan Pak Jokowi , bahwa kesuksesan itu bukan hanya miliknya orang kaya saja. Bukan miliknya orang yang punya modal. Bukan miliknya orang yang punya bakat saja. Tetapi kesuksesan itu bisa dimiki siapa saja. Asal mereka mau bekerja keras, pantang menyerah, rajin berdoa, dan rajin bersedekah. Jadi semua orang bisa mendapatkan kamulyan. Kamulyan itu kanugrahan. Istilahnya rejeki. Oleh karena itu, semua orang itu bisa mencapainya dengan berusaha, berikhtiar, berdoa, dan dilandasi dengan yaitu bersedekah,” paparnya.

Sementara itu Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya dalam sambutan mengucapkan terima kasih dan menyambut baik pentas wayang kulit yang diadakan Paiman Raharjo ini.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Klaten, saya menyambut baik diadakanya pentas wayang kulit ini. Ini adalah tasyakuran karena Paiman Raharjo telah dipercaya dan diangkat Pak Presiden menjadi Wakil Menteri Desa dan PDTT. Maka kami ikut mangubagya. Kami mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh Pak Presiden kepada Pak Paiman Raharjo. Semoga masyarakat di Klaten ini bisa mengikuti jejak Pak Paiman Raharjo yang punya semangat dan kegigihan. Sekaligus ini untuk membuktikan bahwa Klaten itu punya banyak orang hebat,” ucapnya.
Usai sambutan, dilanjutkan dengan pentas wayang kulit semalam suntuk. Sebelum pentas dimulai, Paiman Raharjo menyerahkan tokoh wayang kepada dalang Ki Tantut Sutanto.
Pentas wayang kulit disambut baik warga. Masyarakat tumblek blek menonton pagelaran wayang kulit sampai pentas berakhir.









