Setia Menjalani Profesi, Muji Berjualan Jenang Sumsum Sejak 1980, Dari Harga Rp10 Hingga Rp5.000

Muji sedang melayani pembelinya di pinggir Jalan Sonosewu, Rabu (5/10/2022).

WartaKita.org – Muji, seorang wanita paruh baya yang berjualan bubur atau jenang sumsum keliling di Kota Yogyakarta dan sekitarnya ini adalah tipe pekerja yang setia. Ia berjualan jenang sumsum sejak tahun 1980-an.

Ia mulai menjual jenang sumsum dari harga Rp10 (pada tahun 1980-an) sampai sekarang dengan harga Rp5 ribu per porsinya.

Bacaan Lainnya

“Saya berjualan sejak saya masih muda. Pada tahun 1980-an, saya mulai keliling jualan bubur sumsum. Dulu bubur sumsum masih seharga Rp10. Sekarang sudah jadi Rp5 ribu. Karena semuanya sudah naik, beda dengan dulu,” kata Muji, Rabu (5/10/2022).

Jenang sumsum atau yang sering disebut dengan bubur sumsum itu merupakan makanan tradisional khas Jawa. Tidak hanya satu jenis bubur sumsum saja. Muji juga menjual bubur sumsum dengan menggunakan monte atau sering disebut bubur Mutiara.

Muji ini adalah warga asli Klaten, yang sekarang tinggal di Selarong, Kabupaten Bantul, DIY. Setiap harinya, ia mulai berjualan dari pukul 11.00 siang hingga pukul 23.30 malam.

Muji berkeliling Kota Yogyakarta dan sekitarnya dengan berjalan kaki menjajakan jenang sumsumnya setiap hari.

Ia berjualan jenang sumsum dengan berjalan kaki, berkeliling di sekitar Kota Jogja, Bantul dan Sleman.

Penghasilan yang ia peroleh dari hasil jualan jenang sumsum sekitar Rp200 ribu per harinya. Dengan hasil jualan itu, Muji telah berhasil membesarkan 3 anaknya hingga sekarang, dan sudah mempunyai 2 cucu yang masih duduk di bangku SD dan berusia 6 bulan.

Muji selalu bersemangat dan bersyukur masih tetap bisa membantu ekonomi keluarga kecilnya di tengah sulitnya kehidupan di masa pandemi Covid-19 belakangan ini.

Pos terkait