Belajar Mengelola Credit Union, CU Tyas Manunggal Kunjungi CU Kridha Rahardja

Rombongan dari CU Tyas Manunggal berfoto bersama Abdi Sedulur CU Kridha Rahardja.

Warta Kita.org – Sekitar 30 orang yang terdiri dari Penasehat, Pengurus, Pengawas, dan karyawan Credit Union (CU) Tyas Manunggal mengunjungi CU Kridha Rahardja pada Jumat (26/9/2025).

Kunjungan para pengelola CU yang berkantor di Jalan Ganjuran Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul ini dalam rangka capacity building atau meningkatkan kapasitas. Mereka ingin belajar bersama bagaimana mengelola Credit Union.

Bacaan Lainnya

Kedatangan rombongan dari CU Tyas Manunggal ini diterima di Kantor atau Omah Sedulur Tempat Pelayanan (TP) Wedi di Dukuh Karangrejo, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ dalam sambutan mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari CU Tyas Manunggal Bantul.

“Kami merasa gembira, karena dikunjungi saudara saudari dari CU Tyas Manunggal. Dalam kesempatan ini, kita bisa belajar bersama bagaimana mengelola CU, utamanya dalam hal pemberdayaan anggota atau komunitas. Kami senang sekali, karena kita bisa berjumpa dan berbagi pengalaman,” kata rama.

Rama Antonius Sumarwan, SJ menjelaskan, dalam struktur organisasi CU Kridha Rahardja ini ada 7 pengurus, 3 pengawas, dan 14 orang staf (di bagian) manajemen. Di CU Kridha Rahardja ini terdapat 3 Tempat Pelayanan (TP) yaitu Bawen, Wedi, dan Yogyakarta. Di setiap TP ada 4 komite, pemangku teritori (Peter) dan abdi sedulur lainnya. Sampai saat ini, anggota CU Kridha Rahardja ada 4.464 orang, dengan aset sekitar Rp42 miliar.

“Semoga kunjungan ini bisa bermanfaat kita semua, sehingga kita bisa lebih kreatif dalam mengembangkan CU,” ujar rama.

Sedang Ketua Pengurus CU Tyas Manunggal Cyrillus Cahyo Widiyarto menyampaikan, area CU Tyas Manunggal ini berada di Bantul bagian selatan desa atau “Banglades”.

Suasana sharing dan diskusi di bagian kredit.

Cahyo mengaku beruntung, karena hari ini bisa ketemu dengan ahlinya CU.

“Ibarat penebang kayu mengasah gergajinya. Ketika mata gergaji tumpul, upaya menebang menjadi lebih sulit dan produktivitas menurun. Jadi, penebang kayu perlu berhenti sejenak untuk mengasah gergajinya, yang berarti meluangkan waktu untuk memperbaharui empat dimensi diri: fisik, mental, sosial atau emosional, dan spiritual, agar tetap efektif dalam pekerjaannya dan hidup secara keseluruhan. Semoga kita tetap bersemangat, sehingga kita bisa tumbuh dengan penuh gaya ubah,” harapnya.

Usai sambutan, rombongan kunjungan dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu pemberdayaan, diklat dan layanan, serta kredit. Sharing dan diskusi mengenai pemberdayaan di lakukan di area parkir kantor, diklat dan layanan di kantor, dan kredit di gazebo.

Sharing dan diskusi ini berlangsung gayeng dan menarik. Rombongan dari CU Tyas Manunggal bertanya banyak hal tentang apa yang telah dilakukan CU Kridha Rahardja selama ini dari sisi pemberdayaan, diklat dan layanan, serta kredit. Saking asyiknya sharing dan diskusi, acara terpaksa disudahi, karena rombongan akan melanjutkan kegiatan lainnya.

Pos terkait