Wartakita.org – Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertanggungjawaban Tahun Anggaran (TA) 2017 di aula Kantor Kecamatan Wedi, Rabu (31/1/2018).
Dalam MAD ini dibahas mengenai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus kelembagaan BKAD Wedi tahun 2017 dan menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) serta program dan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) kelembagaan BKAD Wedi tahun 2018.
Ketua BKAD Kecamatan Wedi Umar Muhammad menyampaikan, MAD ini adalah bentuk pertanggungjawaban kelembagaan BKAD Wedi kepada masyarakat selama tahun anggaran 2017 ini.
“Maka, sebagai refresentasi masyarakat Kecamatan Wedi, dalam MAD ini kami mengundang Muspika (Camat, Danramil, dan Kapolsek), Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK), Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Kader Pemberdayaan Ekonomi Desa (KPED) se Kecamatan Wedi,” katanya.
Sedang Camat Wedi Kukuh Riyadi, dalam sambutannya mengapresiasi baik atas kinerja kelembagaan BKAD selama ini. Apalagi aset dan dana yang dikelola BKAD Wedi ini cukup besar.
“Saya berharap, kelembagaan BKAD Wedi tetap istiqomah dalam menjalankan peran dan fungsinya. Sehingga aset dan dana yang dikelola tersebut bisa dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Dengan demikian, keberadaan program Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Dalam MAD pertanggungjawaban ini dilaporkan, selama tahun 2017, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Wedi berhasil memperoleh pendapatan sejumlah Rp1.050.839.084. Sedangkan biaya yang dikeluarkan selama setahun sebanyak Rp308.209.024. Sehingga surplus (kotor) sebesar Rp742.630.060.
Surplus (kotor) tahun 2017 yang sebanyak Rp742.630.060 itu kemudian dikurangi untuk cadangan risiko kredit sebesar Rp219.680.482. Sehingga surplus (bersih)-nya sejumlah Rp522.949.578.
Selanjutnya, surplus bersih yang sebanyak Rp522.949.578 ini dialokasikan untuk pengembangan modal sebesar 50 persen atau Rp261.474.789, dana sosial 15 persen atau Rp78.442.437, dan pengembangan kelembagaan BKAD 35 persen atau Rp183.032.352.
Dalam forum itu juga disampaikan, per 31 Desember 2017, di Kecamatan Wedi, ada 255 kelompok yang mengakses program SPP, dengan jumlah anggota 2.451 orang perempuan. Dari jumlah peminjam itu, dana SPP digunakan untuk usaha ternak 309 orang, usaha tani 292 orang, usaha dagang 1.341 orang, industri rumah tangga (IRT) 190 orang, dan usaha lain-lain 319 orang.
Dalam MAD pertanggungjawaban ini juga dilakukan pengundian hadiah SPP. BKAD Wedi menyediakan hadiah seperti kulkas, mesin cuci, TV LED, penanak nasi, dan blender. BKAD Wedi juga menyediakan hadiah hadir (doorprize) bagi peserta MAD berupa peralatan rumah tangga.









