Selama Operasi Ketupat 2020, Di Klaten Terjadi 74 Kecelakaan, 2 Meninggal, 4 Luka Berat

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby Anugrah Rahman

WartaKita.org – Ada catatan menarik selama Operasi Ketupat 2020 di wilayah hukum Polres Klaten.

Data di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten menunjukkan, sampai Jumat (29/5/2020), telah terjadi 74 kecelakaan. Dari kejadian kecelakaan itu terdapat korban meninggal dunia (MD) 2 orang, luka berat 4 orang, dan luka ringan 134 orang.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby Anugrah Rahman saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (29/5/2020) pagi.

“Kalau dibanding dengan Operasi Ketupat tahun 2019 lalu memang ada peningkatan (kejadian kecalakaan). Karena tahun lalu hanya ada 10 kejadian. Ini antara lain disebabkan oleh lamanya waktu Operasi Ketupat. Kalau tahun lalu Operasi Ketupat hanya 15 hari. Sedangkan tahun ini 30 hari,” katanya.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby Anugrah Rahman menambahkan, jumlah kejadian kecelakaan ini juga disebabkan oleh kondisi arus lalu lintas saat itu.

“Saat Operasi Ketupat tahun yang lalu, kondisi arus lalu lintas cukup ramai dan padat, sehingga kecepatan kendaraan relatif lambat. Tetapi sekarang, kondisi arus lalu lintas sangat lengang, sehingga membuat pengendara bisa memacu kendaraannya lebih cepat. Maka, kalau tidak hati-hati, bisa menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.

AKP Bobby Anugrah Rahman menyampaikan, Operasi Ketupat 2020 akan berakhir pada 30 Mei. Hanya saja, ada kegiatan yang ditingkatkan. Untuk pos pantau misalnya, akan diteruskan sampai 7 Juni.

“Operasi Ketupat-nya selesai pada 30 Mei. Tetapi kegiatan kepolisiannya diteruskan sampai 7 Juni,” tandasnya.

AKP Bobby Anugrah Rahman menjelaskan, penyekatan pemudik juga masih akan dilakukan. Dan ini berlaku bagi semua Polres yang berbatasan dengan provinsi lain.

“Penyekatan ini untuk mengantisipasi pemudik. Yang dilarang hanya yang mudik. Kalau ada yang mau belanja ke Yogya ya nggak masalah,” terangnya.

Terkait new normal atau tatanan kehidupan baru, maka Satlantas Polres Klaten akan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat kepada masyarakat yang hendak melakukan permohonan surat izin mengemudi (SIM) baik baru maupun perpanjangan.

Petugas akan memeriksa suhu tubuh kepada pengunjung. Pemohon SIM juga wajib mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker saat masuk ke ruang pelayanan.

“Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Ini adalah kebiasaan baru atau new normal yang akan dilakukan sampai vaksin virus corona ditemukan,” ucapnya.

Pos terkait