WartaKita.org – Polres bersama Kodim 0723/Klaten menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak covid-19 atau virus corona, Jumat (29/5/2020).
Kegiatan yang dikemas dalam program Jumat Berkah pekan ke 30 tersebut menyasar kepada para pekerja di sejumlah tempat wisata di Kabupaten Klaten.
Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kabag Sumda Polres Klaten AKP Ahdi Rizaliansyah menyampaikan, dalam baksos Jumat Berkah kali ini, total ada 202 penerima bantuan, dan beras yang dibagikan sejumlah 1.010 kg.
“Ada tukang parkir, petugas kebersihan, pedagang, dan satpam di sejumlah tempat wisata,” katanya.
Kabag Sumda Polres Klaten AKP Ahdi Rizaliansyah mengatakan, para pekerja di tempat wisata ini juga terdampak langsung pandemi covid-19. Mereka tidak lagi mendapatkan pemasukan karena tempatnya bekerja sampai saat ini masih banyak yang tutup.
“Dengan bantuan beras ini diharapkan dapat meringankan beban mereka di masa pandemi covid-19 ini,” ujarnya.
AKP Ahdi Rizaliansyah menambahkan, dari 202 penerima tersebut, 30 diantaranya dibagikan oleh tim gabungan Polres dan Kodim Klaten di 3 titik, yaitu obyek wisata Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Umbul Ponggok, serta Bukit Sidoguro dan Warung Apung Rowo Jombor. Sisanya dibagikan oleh jajaran Polsek bersama koramil di obyek wisata yang ada di wilayahnya masing-masing.
Selain membagikan bantuan beras, para personel gabungan TNI-Polri ini juga memberikan imbauan terkait protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. Aparat juga mengimbau kepada masyarakat mengenai “new normal” yang membutuhkan kedisiplinan semua pihak dalam mentaati setiap protokol yang ada.
Sementara itu, Painah, warga Dukuh Tawang Asem, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada Polres dan Kodim Klaten yang telah memberikan bantuan beras kepada dirinya.
”Saya senang. Beras ini bisa membantu meringankan beban hidup keluarga saya. Karena sejak pandemi virus corona, saya tidak bisa bekerja lagi. Karena warung apung di Rowo Jombor ini semuanya tutup. Sehingga saya mengangur dan tidak mempunyai penghasilan,” ucap tukang parkir di salah satu warung apung di Rowo Jombor ini.









