WartaKita.org – Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyelenggarakan Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) tahun 2024 di Pendapa pertemuan warga Dukuh Imorenggo, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (1/6/2024).
Program Dospulkam ini berupa kegiatan Peningkatan produktivitas tambak Udang Vaname melalui pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Tim Dospulkam IPB University, Prof, Dr, Ir, Iis Diatin MM menyampaikan, tujuan dari Program Dospulkam ini yaitu pertama, hilirisasi inovasi IPB. Dalam arti, inovasi yang diterapkan pada mitra untuk memecahkan permasalahan. Kedua, penerapan inovasi di masyarakat. Dalam hal ini, merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan inovasi pemecahan masalah di lokasi pengabdian.
“Dan yang ketiga, kolaborasi pengabdian. Maksudnya, membangun jejaring pengembangan masyarakat antara IPB dengan mitra masyarakat yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan berkelanjutan,” katanya.
Iis Diatin menjelaskan, IPB University mengembangkan dan melakukan diseminasi inovasi hasil penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang siap diimplementasikan di masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia dengan membumikannya melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, IPB University mendorong para dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Dosen Pulang Kampung.
“Program Dospulkam ini memanfaatkan keahlian civitas akademika IPB, khususnya para dosen, untuk memecahkan masalah dan menghasilkan karya nyata di masyarakat. Seperti yang dilakukan di Dukuh Imorenggo, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo ini,” ujarnya,

Kegiatan peningkatan produktivitas tambak Udang Vaname ini diikuti sebanyak 35 peserta.
Mereka didampingi oleh Tim Dospulkam IPB University yaitu Prof, Dr, Ir Iis Diatin, MM, Prof, Dr, Ir Widanarni, M.Si, Dr, Ir, Yani Hadiroseyani, MM, Dr, Ir, Irzal Effendi, M.Si, Dr. AprianaVinasyiam, S.Pi, M.Si, Dr, Ir Tatag Budiardi, M.Si, Belinda Astari, S.Pi, M.Si dan Ita Apriani, S.Pi, M.Si.
Dalam kegiatan ini disampaikan tiga materi, yaitu Pengembangan Teknik Budidaya Udang Vaname oleh Dr, Ir, Irzal Effendi, M.Si, Aplikasi Probiotik Pada Budidaya Udang oleh Prof, Dr, Ir Widanarni, M.Si, dan Bisnis Udang Vaname Tambak oleh Dr, Ir, Yani Hadiroseyani, MM.
Pada kesempatan itu, para pembudidaya Udang Vaname diberikan pengetahuan dan wawasan bagaimana menerapkan teknik budidaya Udang Vaname yang optimal, manfaat dan penggunaan probiotik, serta manajemen bisnis budidaya Udang Vaname. Ini dimaksudkan agar produktivitas budidaya Udang Vaname dapat meningkat, berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dari kegiatan ini diharapkan IPB University dan Pemerintah setempat beserta para pembudidaya Udang Vaname tetap berkolaborasi dan bekerjasama untuk mengembangkan dan menerapkan inovasi dalam budidaya Udang Vaname sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pembudidaya Udang Vaname.

Program Dospulkam di Kalurahan Karangsewu ini disambut baik Pemerintah Kalurahan setempat.
Ulu Ulu (Kasie Perencanaan dan Pembangunan) Pemerintah Kalurahan Karangsewu, Triyanto Harjono mengucapkan terima kasih kepada Tim Dospulkam dari IPB University yang telah memberikan pengetahuan dan waawasan mengenai pembudidayaan Udang Vaname di daerahnya.
“Kami berterima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Tim Dospulkam dari IPB University. Tadi peserta diberikan pengetahuan dan waawasan mengenai pembudidayaan Udang Vaname yang baik, cara cara pencegahan penyakit pada udang, serta manajemen pemasaran produk tambak Udang Vaname. Kami berharap, kegiatan ini akan berkelanjutan, sehingga produktivitas para petambak udang di sini semakin baik, dan meningkat kesejahteraan hidupnya,” harapnya.
Sedang Fahri, salah satu peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut juga menyambut baik Program Dospulkam ini.
“Dengan mengikuti pelatihan ini kami menjadi lebih mengerti berbagai aspek dalam budidaya Udang Vaname. Antara lain dalam hal pencegahan penyakit pada udang, dalam hal pemberian pakan yang baik, dan juga dalam hal pemasaran hasil tambak,” katanya.
Sementara itu peserta pelatihan yang lain, Arif Handoko menambahkan, dengan mengikuti pelatihan ini mereka mendapatkan ilmu atau pemikiran baru terkait manajemen bisnis tambak Udang Vaname.
”Kita mendapatkan banyak hal dari para ahli di bidang budidaya Udang Vaname ini, serta teknik manajemen bisnisnya. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut,” ucapnya.









