WartaKita.org – Komunitas Grand Motor Club Klaten (GMOCK) merayakan hari ulang tahun (HUT)-nya yang ke 16 di Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen Baru, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Minggu (30/6/2024).
Acara ini diisi dengan kontes motor, sambutan, dan hiburan musik.
Ketua Grand Motor Club Klaten (GMOCK), Aeom Rizki meyampaikan, Komunitas GMOCK ini sudah terbentuk sejak tahun 2008.
“Komunitas ini sebagai wadah silaturahmi dan melestarikan Astrea Grand di Klaten dan sekitarnya,” katanya.
Aeom Rizki menyatakan, Komunitas GMOCK ini sudah terbentuk sejak tahun 2008. Komunitas ini sebagai wadah silaturahmi, dan juga untuk melestarikan Astrea Grand di Klaten dan sekitarnya.
“GMOCK beranggotakan 30 member resmi. Komunitas ini juga diakui oleh Ikatan Astrea Grand Indonesia (IKAGI), yang merupakan kelompok resmi penggemar Astrea Grand di Indonesia,” ujarnya.
Rizki menjelaskan, kontes motor ini merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun ke 16 Grand Motor Club Klaten.
“Dalam kontes ini, panitia menggandeng Badas Garage dan Fahrizal Arif dari ADD Modifed sebagai tim penilai,” ujarnya.
Sedang tim penilai dari Badas Garage, Wahyu Indarto menjelaskan, total ada 45 motor yang ikut kontes. Mereka terbagi dalam 5 kelas, yaitu standart original, restorasi, Astrea daily use, Astrea racing style, dan Astrea modif open FFA.
“Setiap kelas, diambil 5 juara. Dan 10 the best di luar juara. Peserta kontes berasal dari Pati, Semarang, Gunungkidul, dan lokal Klaten,” terangnya.

Untuk diketahui, motor bebek asal pabrikan Honda, Astrea Grand menjadi salah satu motor yang banyak diminati untuk koleksi.
Pasalnya, motor yang kini usianya tak lagi muda ini, memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.
Salah satunya adalah Imam, pemuda asal Kabupatebn Boyolali. Ia memodifikasi motor miliknya dengan konsep racing make up.
Dimana motor tersebut telah ia ubah tampilannya, dari motor standar menjadi gaya racing.
“Dari dulu sukanya Grand, modif dari 2022. 2 tahun membangunnya,” ucap Imam.
Dipilihnya konsep ini, menurut Imam karena tampilan motor menjadi imut dan simpel.
Ia menggarap motor di bengkel milik sendiri, yakni Berkah Tahu di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.
Motor miliknya sendiri ini, setidaknya telah menelan uang puluhan juta untuk modifikasi. Part motor yang paling mahal diakuinya pada bagian engine.
“Total kira-kira Rp20 juta, ngerjainnya di bengkel sendiri,” jelasnya.
Imam menambahkan, ia telah mengukuti 10 lebih kontes modifikasi motor. Salah satunya juara 1 the best detailing di Boyolali.
“Kemarin di Kediri saya juga juara 1,” ucap Imam.









