WartaKita.org – Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini berdampak bagi kehidupan masyarakat.
Seperti yang dialami warga Dukuh Drajat, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Mereka mengalami kekurangan air bersih sejak September lalu.
Melihat keprihatinan yang dialami masyarakat tersebut, maka Paguyuban Tukang Las “Prostex” Kabupaten Klaten tergerak hatinya untuk melakukan bakti sosial (baksos) droping air bersih di Dukuh Drajat, Desa Krakitan pada Minggu (22/10/2023).
Koordinator Lapangan (Korlap) baksos, Miftahudin menyampaikan, dalam bakti sosial ini mereka membantu sebanyak 6 tangki air bersih yang dikirim secara bertahap. Satu mobil tangki tersebut berisi sebanyak 8.000 liter air.
“Mudah-mudahan donasi dari kami kepada warga Dukuh Drajat ini bisa membantu meringankan kebutuhan air bersih warga, yang selama ini karena musim kemarau berkepanjangan mendapat hambatan atau kesulitan. Mudah-mudahan apa yang kami donasikan ini bisa bermanfaat bagi warga Dukuh Drajat dan sekitarnya,” katanya.
Wakil Ketua Paguyuban Tukang Las “Prostex” itu menjelaskan, pihaknya memilih melakukan baksos droping air bersih di Dukuh Drajat ini atas informasi dari anggota.
“Kebetulan dari rekan kami ada yang memberikan informasi, bahwa di Dukuh Drajat ini sangat membutuhkan air bersih. Selama ini warga hanya mengandalkan air bersih dari Pamsimas yang sudah ada. Namun tidak mencukupi kebutuhan warga karena dampak kemarau yang berkepanjangan,” ujarnya.

Sedang Ketua Pengelola Pamsimas Jati Kusuma Dukuh Drajat, Widodo mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Tukang Las “Prostex” yang telah memberikan bantuan air bersih kepada warga Dukuh Drajat.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada “Prostex”. Karena warga di sini, khususnya Dukuh Drajat, karena kemarau ini terlalu panjang, sehingga mengalami kekurangan air bersih. Sehingga teman-teman dari Prostex ini memberikan bantuan air bersih. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih banyak. Semoga barokah. Dan semoga semuanya lancar,” ucapnya.
Widodo mengemukakan, kekurangan air bersih ini mulai dirasakan pada bulan September. Akibatnya, sebagian warga ada yang membeli air bersih. Dan sebagian “diakali” dengan mengatur waktu operasional Pamsimas.
“Ya kita akali dengan cara air dari toren (Pamsimas) itu ditutup dulu. Baru paginya dialirkan. Agar semua warga bisa mendapat air. Namun pada jam 09.00 atau jam 10.00, toren itu sudah kering lagi. Debit airnya berkurang banyak. Padahal toren ini sudah menampung dua sumur,” jelasnya.
Widodo menambahkan, selama ini, Pamsimas Jati Kusuma itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 60 Kepala Keluarga (KK). Sedang sebagian warga lainnya menggunakan sumur masing-masing.
“Pamsimas ini mulai dibangun pada tahun 2011. Dari tahun 2011 sampai sekarang, baru dua kali mengalami kekurangan air, yaitu tahun 2019 dan tahun 2023 ini. Sebelumnya ya aman-aman saja. Kalau kekurangan air sedikit, ya kita mengatur kran,” terangnya.
Sementara itu Ketua RT 01 RW 04 Desa Krakitan, Ariyanto juga menyambut baik baksos bantuan air bersih yang dilakukan Paguyuban Tukang Las “Prostex” ini.
“Saya berterima kasih, dan sangat senang atas bantuan air bersih untuk masayarakat Desa Krakitan ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat yang ada di RT 01 RW 04. Ini membantu banget,” ungkapnya.
Ariyanto menerangkan, di sekitarnya memang ada Pamsimas Tirta Mandiri Wonosaren. Namun sudah tidak ada airnya lagi. Pamsimas ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih sekitar 30 kepala keluarga.
“Kami merasakan kekeringan sebulan yang lalu. Selama ini, ya alhamdulillah, kami mendapat bantuan air bersih dari para donatur dan dermawan,” paparnya.

Untuk diketahui, selain baksos bantuan air bersih ini, Paguyuban Tukang Las “Prostex” Klaten juga sudah melakukan kegiatan baksos lainnya. Diantaranya ikut membantu pembangunan masjid berupa atap kanopi di Dukuh Manggis Tengah, Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, donasi bantuan kepada warga yang sakit stroke di Dukuh Ngebrok, Desa Mundu, Kecamatan Tulung, dan kegiatan serupa di Dukuh Putat, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom.
“Kita sudah beberapa kali mengadakan kegiatan sosial semacam ini yang diinisiasi dari kesadaran rekan-rekan di Paguyuban Tukang Las “Prostex” Klaten,” tandas Miftahudin.









