WartaKita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Kadarwati melakukan kegiatan reses di Joglo Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Kamis (6/10/2022).
Kepala Desa (Kades) Dlimas Giyatmo dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Kadarwati atas dipilihnya Desa Dlimas menjadi ajang reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah kali ini.
“Dalam reses ini, masyarakat Desa Dlimas berkesempatan untuk mengajukan usul dan menyampaikan aspirasi kepada Dewan Provinsi. Maka kami berharap, Bu Kadarwati bisa memperjuangkan usulan dan aspirasi dari warga kami ini. Bu Kadarwati mau memihaki kami, sehingga masyarakat Desa Dlimas menjadi semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Sedang Camat Ceper Seniwati menyatakan, 18 desa di Kecamatan Ceper telah berupaya untuk mewujudkan ketahanan pangan. Dan caranya pun beraneka ragam. Seperti pemberian bantuan bibit lele, gerakan menanam cabai, dan sebagainya.
“Nah, kami mohon Bu Kadarwati untuk bisa membantu masyarakat Kecamatan Ceper. Tentu sesuai dengan komisi dan bidangnya. Agar gerakan ketahanan pangan di Ceper ini dapat terwujud,” ujarnya.

Dalam kegiatan reses yang mengusung tema “Ketahanan pangan di masa pandemi” ini, Kadarwati menyampaikan seputar program ketahanan pangan sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Desa, Transmigrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah ini menjelaskan, program ketahanan pangan merupakan salah satu upaya dari recovery atau pemulihan perekonomian warga masyarakat pasca pandemi Covid 19. Termasuk di dalamnya bidang pertanian, yang saat ini Pemerintah menggalakkan kembali penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk urea yang ternyata membuat tanah akan rusak dan tidak subur lagi.
”Program ketahanan pangan sebagaimana dicetuskan oleh Kementerian Desa adalah upaya untuk recovery atau pemulihan perekonomian masyarakat dengan melibatkan warga untuk melaksanakan penanaman atau budi daya tanaman yang bernilai ekonomis, peternakan, perikanan maupun pertanian,” jelas Kadarwati.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah asal Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk itu mengemukakan, saat ini, Pemerintah kembali menggalakkan penggunaan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan, ternak dan dedaunan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Hal ini bertujuan untuk membuat tanah tidak rusak dan kembali subur.
“Ini juga bertujuan untuk mengatasi permasalahan pupuk urea yang oleh petani sering dirasa langka dan mahal harganya,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dlimas, Ina Mariana Saryati Raharjo pada kesempatan tersebut menyampaikan aspirasi bahwa Desa Dlimas akan melaksanakan kegiatan pertanian terpadu ( integrated farming). Dimana disamping akan ada budidaya tanaman di suatu lokasi, juga akan ada usaha peternakan maupun perikanan.
”Saya mohon ibu Kadarwati bisa membantu program integrated farming yang akan kami lakukan ini,” harap Istri Kepala Desa Dlimas itu.
Menanggapi aspirasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dlimas ini, Kadarwati menyatakan akan menampung aspirasi tersebut dan akan menyampaikannya dalam pembahasan di forum rapat di DPRD.









