Relawan NEEM AS Tak Temukan Malnutrisi Di Sidowayah

Relawan NEEM AS saat memberikan edukasi mengenai nutrisi kepada warga Sidowayah, Senin (5/8/2019) pagi.

WartaKita.org – Relawan Nutrition Education Ending Malnutrition (NEEM) Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak menemukan kasus malnutrisi di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Pernyataan ini disampaikan salah satu Relawan NEEM AS, Camie Joxey saat diwawancarai wartawan di Kampung Dolanan Sidowayah, Senin (5/8/2019) pagi.

Bacaan Lainnya

“Selama kami melakukan kunjungan di Desa Sidowayah, kami tidak menemukan kasus malnutrisi di sini. Kami hanya menemukan kasus atau penyakit yang berhubungan dengan kadar gula, asam urat, dan kolesterol. Dan hanya sedikit yang menyangkut penyakit tulang dan otot (rematik),” katanya.

Ahli gizi Camie Joxey ini menyatakan, selama di Sidowayah, Relawan NEEM AS antara lain melakukan kegiatan pengecekan kesehatan, pengecekan tubuh (darah), dan lainnya. Hasil dari pengecekan kesehatan ini akan dibawa ke AS, dan kemudian datanya akan diolah di sana.

“Selanjutnya, data analisa tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan pada tahun ke depan. Karena pada tahun depan akan ada tindak lanjut dari kunjungan di Sidowayah ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Sidowayah Mujahid Jaryanto menyambut baik kegiatan Relawan NEEM AS di desanya. Selama di Sidowayah, relawan NEEM AS melakukan penelitian dan mengedukasi masyarakat mengenai upaya pencegahan malnutrisi.

“Kami senang dengan kunjungan Relawan NEEM AS ini. Karena kami bisa bekerjasama untuk melakukan langkah-langkah preventif, seperti pencegahan masalah malnutrisi, stunting, dan lainnya. Kunjungan relawan NEEM AS ini untuk memotivasi masyarakat dalam menyediakan nutrisi yang baik dan seimbang,” tandasnya.

Kades Mujahid Jaryanto berharap, kunjungan NEEM AS ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan nutrisi dalam keluarga.

“Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya malnutrisi dan stunting pada anak-anak. Karena masalah malnutrisi dan stunting akan berdampak panjang pada generasi mendatang,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Relawan NEEM AS mengunjungi Desa Sidowayah selama 10 hari untuk mengedukasi masyarakat mengenai upaya pencegahan malnutrisi. Program ini dilakukan karena angka malnutrisi di Indonesia dinilai masih cukup tinggi.

Dalam program ini mereka memberikan informasi terkait dengan upaya pencegahan malnutrisi kepada masyarakat Sidowayah melalui berbagai kegiatan.

“Kegiatan itu diantaranya melalui edukasi tentang pentingnya gizi bagi semua umur, mulai dari tingkat anak –anak sampai orang tua. Dalam edukasi ini kami juga ingin mengetahui sejauh mana masyarakat memandang seberapa penting kecukupan gizi sekaligus cara pemenuhannya,” terang Koordinator NEEM AS, Marisa.

Selama di Desa Sidowayah, Relawan NEEM AS melakukan peniliaian malnutrisi, pendidikan malnutrisi, bersih sungai, berkebun dan permakultur, dan lainnya. Kehadiran NEEM AS diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempromosikan wisata di Desa Sidowayah.

Pos terkait