Rayakan Hari Ibu, Pemuda Katolik Jaktim Kunjungi Panti Werdha Budi Mulia Cipayung

Pemuda Katolik Komisariat Cabang Jakarta Timur saat mengadakan kegiatan bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (19/12/2021).

WartaKita.org – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Jakarta Timur mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) di Panti  Sosial Tresna Werdha Budi Mulia Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (19/12/2021).

Baksos ini diadakan untuk merayakan Hari Ibu yang diperingati pada setiap tanggal 22 Desember.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Perempuan dan Anak Komcab Jakarta Timur, Maria Irene menuturkan, peringatan Hari Ibu adalah momentum untuk berbagi kasih kepada para ibu.

“Sebagai wujud cinta kasih, kami melakukan kegiatan sosial bersama para ibu di Panti Sosial Tresna Werdha. Kita harus menghormati sosok ibu, yang berani mempertaruhkan nyawa, dan tanpa pamrih merawat kita hingga dewasa,” katanya.

Sedang Wakabid Politik Hukum dan HAM Komda DKI Jakarta, Martinus Suwardi Mantro menjelaskan tentang pentingnya nilai dari peringatan Hari Ibu.

“Hari Ibu menjadi nilai penting bagi kita. Sebagai seorang anak, peringatan Hari Ibu ini untuk meningkatkan rasa hormat dan kasih sayang terhadap sosok Ibu,” tuturnya.

Peringatan Hari Ibu di panti ini dirayakan dengan penuh kehangatan dan kegembiraan melalui berbagi kisah dan kasih, bernyanyi bersama, dan berbagi hadiah. Panitia memberikan bantuan secara simbolik kepada pengurus Panti Werdha.

Sementara itu Pengurus Panti Werdha, Merry menceritakan aktivitas para lansia di panti ini.

“Para lansia di Panti Sosial ini berjumlah kurang lebih 250 orang. Mereka memiliki aktivitas rutin seperti berolahraga, berkreativitas, dan beribadah. Supaya mereka tetap sehat dan mendapatkan nutrisi yang cukup,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kikin Tarigan, mendukung kegiatan ini.

“Kegiatan ini baik untuk dilakukan. Ini bentuk perhatian yang diberikan pada kaum jompo. Hendaknya kegiatan ini bisa diadakan secara berkelanjutan dan memasuki beberapa aspek mendasar,” ujarnya.

Kikin menjelaskan, aspek mendasar kelanjut-usiaan harus didasari pada elder right, bukan semata charity (belas kasih).

“Hak-hak itu antara lain mendapatkan akses pelayanan yang dimudahkan dalam kesehatan, sarana publik yang mudah diakses dan dinikmati, serta penghargaan yang tinggi pada kaum lanjut usia,” jelasnya.

Kikin berpesan kepada Pemuda Katolik harus melihat hal ini sebagai ladang pengabdian dan perjungan.

“Tahap awalnya bisa dengan membuat Unit Kerja Disabilitas dan Kelanjut-usiaan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para aktifis dari Komcab Jakarta Pusat, Komcab Jakarta Utara, Komcab Jakarta Barat, dan Komac Kebun Jeruk.

Pos terkait