Ratusan Orang Ikuti Ibadat Ekumene Di Gereja Paroki Wedi, Pendeta Andono: Jangan Mudah Menyalahkan Orang Lain…

Para pastor dan pendeta berfoto bersama misdinar usai memimpin Ibadat Ekumene di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Senin (23/1/2023) malam.

WartaKita.org – Lebih dari 400 orang mengikuti Ibadat Ekumene Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten, Senin (23/1/2023) malam.

Ibadat Ekumene ini dihadiri jemaat dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Delon (Desa Pasung), GPdI Fajar Pengharapan Margorejo (Desa Canan), GPdI Pesu, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pesu, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wedi, Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) Pasung, Gereja Kristen Kerasulan Baru (GKKB) Pesu dan umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi.

Bacaan Lainnya

Ada sembilan pemuka jemaat yang tampil memimpin Ibadat Ekumene kali ini. Mereka terdiri dari tiga pastor dan enam pendeta.

Pastor Kepala Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr dalam pengantar Ibadat Ekumene menyampaikan, Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani tahun ini mengambil tema “Berbuat baik, carilah keadilan” (Yesaya 1:17).

“Dari tema ini diharapkan umat Kristiani terus berbuat baik dan mencari serta mengupayakan keadilan. Sehingga kehadiran Gereja dapat menampilkan wajah Kristus yang berbelas kasih, yang menampakkan keadilan bagi semua orang,” kata rama.

Rama AG Luhur Prihadi menyatakan, Ibadat Ekumene ini diikuti umat dan jemaat dari Gereja-gereja yang berada di Wilayah Kecamatan dan Paroki Wedi.

“Semoga dengan Pekan Doa Sedunia ini, kebebasan untuk beribadah, dan keinginan untuk mendirikan tempat ibadah semakin nyata dan bisa dirasakan umat,” harap rama.

Sedang Pendeta GKJ Prambanan, Pendeta Andono Pawoko dalam kotbah mengatakan, Ibadat Ekumene ini menjadi peristiwa yang menggembirakan dan perjumpaan yang menyenangkan. Karena dalam Ibadat Ekumene ini umat merasakan ada sukacita.

“Misi kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini agar sukacita Tuhan itu ada dalam diri kita. Karena itu, umat harus ngestokke kersane Gusti. Maka, tujuan kita bergereja adalah mendatangkan sukacita di dunia ini, baik itu di lingkungan, keluarga, komunitas, dan sebagainya,” pesan pendeta.

Pendeta Andono Pawoko berpesan, sebagai umat yang beriman kepada Yesus dan sudah merasakan sukacita Tuhan, maka mereka diminta untuk jangan mudah menyalahkan orang lain.

“Sekarang ini ada kecenderungan, orang semakin mudah dan senang untuk nyalah-nyalahke wong liya. Nah, orang yang suka menyalahkan orang lain itu biasanya sedang dalam tingkat “kegoblokan” yang tinggi. Ketika Anda sedang mengalami kondisi seperti itu (mudah menyalahkan orang lain), maka lebih baik Anda diam, dan belajar lagi. Sehingga kita tidak mudah untuk nyalahke orang lain. Kita tidak rumangsa bener dhewe,” tandas pendeta.

Sementara itu Pengurus Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) Pasung, Suratno menyambut baik Ibadat Ekumene ini.

“Dengan adanya kebersamaan (Ibadat Ekumene) ini bisa mempererat tali persahabatan dari banyak gereja, khususnya gereja yang ada di lingkup Kecamatan Wedi. Kita berharap, kedepan, kerukunan beragama di Kecamatan Wedi semakin akrab. Walaupun kita berasal dari beberapa gereja, tetapi persatuan kita tetap ada. Kegiatan (Ibadat Ekumene) ini sangat positif,” ucap Sekretaris Desa Pasung ini.

Usai Ibadat Ekumene dilanjutkan acara ramah tamah dan makan bersama di Balai Mandala Gereja Wedi.

Pos terkait