WartaKita.org – Perkumpulan Teknisi Refrigerasi dan Tata Udara (PTRTU) Indonesia menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) kedua di Gedung W Wongso Menggolo Klaten pada Sabtu (28/9/2024) pagi.
Silatnas kedua ini dihadiri ratusan teknisi air conditioner (AC) dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum PTRTU Indonesia Hidayatulah melalui Sekretaris Jenderal, Adrie Wahyu menyampaikan, Silatnas ini merupakan agenda tiga tahunan. Dan kali ini, adalah Silatnas yang kedua.
“Silatnas kali ini dihadiri sekitar 350 orang teknisi, yang berasal dari Kalimantan, Jambi, Bali, dan perwakilan di Jawa. Sampai sekarang, perwakilan kita ada 19 DPD, dan 44 perwakilan Kota dan Wilayah,” katanya.
Adrie Wahyu menjelaskan, anggota PTRTU ini berlatar belakang dari akademisi, praktisi, dan teknisi. Dan semua anggotanya adalah pelaku UMKM.
“Visi kita ingin meningkatkan profesionalitas, skill, dan meng-upgrade manajemen. Kita ingin, PTRTU ini bisa menyatukan semua anggota, dan memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.
Adrie menyatakan, total anggota PTRTU ini ada 1031 orang. Sedang anggota yang belum terdaftar ada sekitar 700 orang.
“Kita ingin terus meningkatkan kompetensi. Maka salah satu programnya adalah sertifikasi. Kita berharap, para teknisi ini secara profesional bisa baik, dan teruji melalui sertivikasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” terangnya.

Sedang Bupati Klaten yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten, Luciana Rina Damayanti mengapresiasi dan menyambut baik gelaran Silatnas PTRTU yang kedua yang diadakan di Klaten ini. Karena industri refrigerasi dan tata udara ini semakin berkembang. Jadi, Pemkab Klaten sangat men-support dan mendukung perkembangan industri refrigerasi dan tata udara ini.
“Harapannya, dengan adanya Silatnas yang kedua ini akan muncul ide-ide, solusi-solusi terhadap tantangan-tantangan pada jaman sekarang. Karena memang industri refrigerasi dan tata udara ini memang perlu kita petakan. Apa kendalanya, apa permasalahannya, apa tantangannya, bagaimana bisa menggunakan secara ramah lingkungan. Dan itu perlu menjadi agenda dari PTRTU ini. Agar kedepan bisa berkembang, dan juga membawa kemanfaatan, serta melindungi lingkungan,” harapnya.
Rina berharap, kedepan, akan terjalin komunikasi yang semakin baik antara PTRTU, Pemerintah, dan masyarakat, sehingga industri refrigerasi dan tata udara akan lebih berkembang baik lagi.
“Dengan Silatnas ini diharapkan akan terjalin sinergi yang baik antara Pemerintah, swasta dan masyarakat. Sehingga industri refrigerasi dan tata udara semakin bisa memperkuat jaringan dan kerjasama,” tandasnya.
Untuk diketahui, Silatnas ini digelar tiga tahun sekali. Silatnas yang pertama kali digelar di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Selain sebagai ajang silaturahmi dan berbagi pengetahuan, Silatnas kali ini juga untuk penguatan antar anggota terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan kontribusi untuk daerah.









