WartaKita.org – Sebanyak 42 frater, bruder dan suster dari 20 Kongregasi melakukan kegiatan live in (tinggal bersama umat) di 36 lingkungan di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dari Jumat (23/5/2025) sampai Minggu (25/5/2025).
Live in ini dalam rangka promosi panggilan hidup religius dan mempererat relasi dengan umat Paroki Wedi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan umat dari berbagai usia.
Acara live in dimulai pada Jumat (23/5/2025) siang sekitar pukul 14.00 WIB saat para frater, bruder dan suster tiba di Balai Mandala Gereja Paroki Wedi. Mereka berasal dari 20 Kongregasi yang tersebar di banyak daerah.
Sembari menunggu penjemputan oleh para ketua lingkungan, para frater, biarawan-biarawati ini beristirahat sejenak dan saling menyapa. Suasana menjadi hangat dan meriah ketika para pendamping PIA-PIR Paroki Wedi mengajak semua yang hadir untuk pemanasan dengan berjoget bersama.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Vikaris Parokial Wedi Rama Heribertus Warnata Natawardaya, Pr.
Dalam sambutan, Rama Nata mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para frater, bruder dan suster di Paroki Wedi ini.
“Kami berharap, kehadiran para frater, biarawan-biarawati ini dapat menjadi inspirasi bagi umat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk menanggapi panggilan hidup religius. Semoga promosi panggilan ini bisa menumbuhkan kembali semangat panggilan di tengah umat,” harap rama.
Para frater, biarawan dan biarawati yang live in di Paroki Wedi ini diantaranya Sr. Vina FMM, Fr. CMM, Fr. Paskalis CMM, Sr. Ursina CB, Fr. Wahyu SJ, Sr. Anselma CB, Sr. Dion KSSY, Sr. Elis PPYK, Sr. Trisna OSU, Br. Yosua FC, Sr. Yosi FSGM, Sr. Yosefina MC, Sr. Elena SDP, Sr. Marcelina OSU, Sr. Paulina SDP, Sr. Yustin PBHK, Sr. Vero FMM, Sr. Agatha Titi BKK, Sr. Yuwita SCMM, Sr. Nukasia KSSY, Sr. Eufrasia AK, Sr. Yuniar Wau SCMM, Fr. Frendy SCJ, Sr. Ermelinda Owa MC, Br. Widi FIC, Sr. Clara MC, Sr. PPYK, Sr. Hilaria PBHK, Br. Blasius FC, Fr. Grego SCJ, Fr. Jalu SCJ, Fr. Rahul SCJ, Sr. Jeane Maria PIJ, Fr. Popo SJ, Fr. Tegar SCJ, Fr. CMM, Br. Cornel FC, Sr. Carolina PIJ, Sr. Yosea FSGM, Sr. BKK, dan Sr. Cecila AK.
Selanjutnya, para frater, bruder dan suster ini diantar oleh ketua lingkungan ke lingkungannya.
Pada malam harinya, para frater, bruder dan suster mengikuti Doa Rosario dan dilanjutkan dengan kegiatan lainnya sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan. Ada yang melakukan sarasehan, sharing, dan sebagainya.

Pada hari kedua atau Sabtu (24/5/2025), kegiatan diawali dengan misa pagi bersama di Gereja Paroki Wedi.
Selanjutnya para frater, bruder dan suster ini kembali ke lingkungan untuk melakukan kunjungan ke keluarga atau rumah umat di lingkungan tersebut.
Sedang pada siang harinya, para frater, bruder dan suster bersama calon komuni pertama dan orang tuanya serta komunitas Margiem (Margi Dalem) mengikuti kegiatan jalan bersama ke Gua Maria Wahyu IbuKu Giriwening di Dusun Sengonkerep, Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Jalan bersama bertajuk “Mlaku Bareng Tumuju Giriwening” ini dimulai dari halaman Gereja Paroki Wedi pada pukul 15.00 WIB.
Sementara pada hari ketiga atau Minggu (25/5/2025), kegiatan diawali dengan misa bersama para frater, bruder dan suster bersama PIA-PIR Paroki Wedi.
Seusai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dinamika dengan anak PIA, PIR, Misdinar, calon komuni pertama dan calon penerima Sakramen Penguatan (Krisma). Pada acara ini ada sharing dalam kelompok dan cerita panggilan dari para frater, bruder dan suster secara bergantian ke kelompok-kelompok.

Di akhir sesi, Fr SCJ mengajar anak-anak bergoyang bersama dengan lagu More More dan Tepuk.
Anak-anak bergembira bersama dalam acara pentas seni di Balai Mandala ini. Para frater, bruder dan suster serta anak-anak PIA-PIR menampilkan berbagai pertunjukan penuh semangat dan sukacita.
Salah satu momen berkesan terjadi ketika seorang suster mengajak anak-anak untuk mempertimbangkan hidup religius.
“Siapa yang mau jadi rama? Siapa yang mau jadi bruder, suster?” tanya suster.
Dengan semangat, banyak anak-anak PIA-PIR mengangkat tangan dan menyatakan keinginan mereka untuk mengikuti jejak para religius yang hadir.
Kegiatan live in ini menjadi momen istimewa bagi umat Paroki Wedi untuk mengalami langsung kehadiran para frater, biarawan dan biarawati, serta menjadi sarana promosi panggilan yang membawa harapan bagi masa depan Gereja.









