WartaKita.org – Caring Mom Community (CMC) Klaten sebuah komunitas ibu-ibu yang peduli terhadap pola asuh anak dan keluarga memperkenalkan kembali dolanan anak yang diadakan di Kampung Damaran, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Sabtu (10/11/2018).
Festival dolanan anak ini diadakan karena keprihatinan atas munculnya pengaruh negatif penggunaan gadget terhadap anak.
Pendiri CMC Klaten Apriliani menjelaskan, saat ini, gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Gadget memberikan pengaruh positif dan negatif.
“Segi positinya, gadget bisa membantu proses belajar mengajar anak. Tetapi, gadget juga ada segi negatifnya. Padahal gadget tidak mungkin dihilangkan. Karena itu, efek negatif dari gadget inilah yang perlu diantisipasi. Salah satunya dengan dolanan anak ini,” katanya.
Apriliani menambahkan, dolanan anak ini memiliki nilai-nilai yang men-support ketrampilan mereka. Pertama, keterampilan verbal, yaitu anak-anak harus berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Kedua, ketrampilan motorik, karena anak-anak harus bergerak. Ketiga, strategi, karena dalam dolanan anak ada yang berupa kompetisi. Dan keempat, efek sosial.
“Efek sosial inilah yang nyaris hilang dikarenakan adanya gadget. Karena gadget tidak perlu teman lainnya. Sebab bermain (gadget) sendiri saja sudah bisa,” ujarnya.

Apriliani mengatakan, dolanan dipilih karena sebagian besar dari anak-anak saat ini tidak mengetahui dolanan anak. Padahal sesuatu yang baru akan memunculkan rasa penasaran bagi anak-anak. Meskipun dolanan itu “jadul” bagi ibu-ibu, tetapi baru bagi anak-anak.
“Kami berharap, karena dolanan ini adalah hal yang baru bagi anak-anak, diharapkan membuat mereka tertarik dan menjadikan dolanan sebagai bagian dari aktifitas mereka sehari-hari. Sehingga bisa mengurangi dampak negatif dari pengunaan gadget,” harapnya.
Dalam dolanan ini, anak-anak nampak bergembira saat bermain permainan tradisional. Mereka berbaur bersama anak yang lainnya. Karena anak-anak tidak bermain sendiri, maka efek sosialnya juga dirasakan. Dan efek sosial inilah yang nyaris hilang akibat adanya gadget.









