Prabowo Subianto: Kader Gerindra Jangan Merusak Tatanan!

Capres Prabowo Subianto saat bersilaturahim di Ponpes Darul Qur'an Salafiah di Desa Demak Ijo, Selasa (30/10/2018).

WartaKita.org –  Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto bersilaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur’an Salafiah di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten pada Selasa (30/10/2018).

Prabowo Subianto didampingi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, sejumlah pimpinan partai politik pendukung pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi dan beberapa caleg dari Partai Gerindra seperti Pratitis Mukti Tami.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Darul Qur’an Salafiah H Syahri dalam sambutan mengucapkan selamat datang kepada Prabowo Subianto.

Menurutnya, kunjungan Capres nomor urut 2 ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi mereka.

“Terima kasih kepada Pak Prabowo Subianto yang telah berkenan hadir. Semoga menambah semangat dan keberkahan. Semoga Pak Prabowo Subianto selalu diberikan kebaikan, kekuatan, dan kesehatan,” katanya.

Ada yang “menarik” dalam kunjungan Prabowo Subianto ini. Saat melihat ada alat peraga kampanye (APK) salah satu Caleg DPR RI dari Partai Gerindra terpasang di dalam Ponpes tersebut, Prabowo meminta untuk mencopot APK itu sebelum dia menyapa warga yang hadir. Karena hal itu dilarang dalam aturan kampanye.

Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan, silaturahim ataupun sowan kepada ulama, guru, dan para tokoh atau pemimpin masyarakat merupakan kebiasaan dan adat ketimuran.

“Saya silaturahim kepada ulama tidak untuk meminta dukungan. Karena ulama tempatnya harus di atas politik praktis. Bahwa hubungan dengan ulama sudah saya lakukan dari dulu, sejak masih menjadi prajurit. Prajurit dekat dengan ulama, minta doa karena tentara siap menghadapi maut demi bangsa dan negara,” katanya.

Prabowo Subianto menyatakan, agama Islam mengajarkan islam yang damai rahmatan lil alamin. Karena itu, dia mengajak warga untuk menjaga kerukunan agama, suku, dan bangsa. Maka kalau ada perbedaan harus saling menghormati.

“Sebagai anak bangsa, sebagai pejuang, saya berkewajiban untuk menemui rakyat di seluruh Indonesia, untuk mendengar keluhan dan kesulitan yang mereka alami. Namun, saya tidak mau menyampaikan visi dan misi (saya) karena hal itu menyalahi aturan. Tetapi saya akan tinggalkan buku untuk dipelajari,” ujarnya.

Prabowo Subianto juga mengingatkan para kader Gerindra untuk menjaga martabat bangsa dengan menghormati para ulama dan tokoh agama dengan memberikan contoh yang baik.

” Sebagai Pimpinan Parpol (Gerindra), saya selalu memberikan contoh bagaimana menjaga marwah ulama, serta menghormati semua agama, suku, dan bangsa. Karena itu saya tegaskan, khususnya kader Gerindra, jangan merusak tatanan. Nanti akan kita tindak tegas jika melanggar aturan,” tandasnya.

Caleg Pratitis Mukti Tami saat (belakang, paling kiri) saat mendampingi Prabowo Subianto di Ponpes Darul Qur’an Salafiah Demak Ijo, Selasa (30/10/2018).

Sementara itu, Caleg DPR RI Partai Gerindra Daerah Pemilihan V Jawa Tengah, Pratitis Mukti Tami yang mendampingi kunjungan Prabowo Subianto ke Ponpes Darul Qur’an Salafiah menyatakan siap untuk menjaga aturan partai.

“Apa yang disampaikan Pak Prabowo akan selalu saya perhatikan dengan sungguh-sungguh. Karena bagi saya, Pak Prabowo adalah sosok yang cerdas, tegas, dan selalu menjaga marwah ulama dan martabat bangsa. Pesan Pak Prabowo ini akan selalu saya junjung tinggi,” ucapnya.

Pos terkait

1 Komentar

  1. Saya salut dg kepemimpinan dan ketegasan bpk Prabowo smoga 2019 menjadi Presiden RI . Amin Allahumma Amin

Komentar ditutup.