Polres Klaten Tangkap 3 Pria Bejat Yang Setubuhi Anak Di Bawah Umur

  • Whatsapp
Polres Klaten berhasil menangkap 3 pria bejat yang tega melakukan persetubuhan terhadap seorang anak di bawah umur.

WartaKita.org – Polres Klaten menangkap 3 pria bejat berinisial PD (46), RI (38), dan AA (32) yang tega melakukan persetubuhan terhadap seorang anak di bawah umur. Yang lebih miris, salah satu pelaku adalah orang terdekat korban, yaitu ayah tirinya.

Pernyataan ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas H saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Selasa (4/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Tersangka PD ini adalah ayah tiri korban. Dari hasil penyidikan kita, korban sudah dicabuli tersangka PD sejak kelas 5 SD. Sejak usia 9-10 tahun,” katanya.

AKP Andryansyah Rithas H menyampaikan, korban selama ini tak berani melawan perbuatan ayah tirinya karena diancam akan dibunuh jika menolak atau melaporkan nasib naas yang dialaminya kepada orang lain. Dengan modus tersebut, maka perbuatan biadab terhadap korban bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan tidak diketahui oleh ibu kandung korban.

“Korban mendapat ancaman (akan dibunuh). Karena masih kecil, dia takut. Akhirnya tidak cerita,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Klaten menyatakan, kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terkuak setelah ibu korban mendapati anaknya tengah bersama tersangka AA di sebuah hotel (19/4/2021) di Kabupaten Klaten.

Dari pengakuan korban kepada ibunya, selama di hotel dirinya diberi pil yang menjadikannya mabuk dan akhirnya disetubuhi AA. Tak terima dengan perbuatan AA, sang ibu akhirnya mengadu ke Polres Klaten. Tak butuh lama, tersangka AA langsung digelandang ke Polres Klaten.

Nasib malang rupanya belum berhenti menghampiri korban dan ibunya. Dari hasil penyelidikan Polres Klaten, terkuak lagi bahwa korban juga sudah pernah disetubuhi tersangka lain berinisial RI. Tak cukup sampai disitu, fakta mengejutkan kembali terungkap bahwa korban juga disetubuhi oleh ayah tirinya, PD.

“Jadi ibunya lapor ke kita. Kemudian saat itu juga kita lakukan tindakan tegas. Kita selidiki, kita tangkap ketiganya. Awalnya dari tersangka AA, kemudian berkembang ke tersangka RI, dan ternyata sampai pada PD ayahnya,” tandasnya.

AKP Andryansyah menambahkan, ketiga tersangka ini saling mengenal, karena ketiganya adalah teman bermain judi. Tersangka AA dan RI sering bertandang ke rumah tersangka PD untuk menyalurkan hobi negatifnya tersebut.

“Mereka ini teman judi. Dari penyelidikan, PD tidak menawarkan anaknya kepada 2 tersangka lain. PD modusnya ancaman, dan untuk 2 tersangka lain murni bujuk rayu,” tegasnya.

Kasat Reskrim mengatakan, korban bisa disetubuhi oleh AA dan RI ini karena korban merasa sangat tertekan oleh perbuatan ayah tirinya, sehingga memberanikan diri pergi dari rumah dengan menghubungi RI yang tak lain teman PD. Namun, bukan nasib baik yang menghampiri, ternyata dalam pelariannya tersebut, tersangka RI justru melakukan perbuatan yang sama terhadap korban. Terbukti beberapa kali RI melakukan persetubuhan terhadap korban di sebuah hotel.

“Kita sudah menyita beberapa bill hotel tempat para pelaku ini melakukan perbuatannya,” ungkapnya.

Andryansyah mengungkapkan, merasa tidak ada sandaran melampiaskan kesedihannya, maka korban kemudian menghubungi tersangka lain berinisial AA. Bersama AA, nasib korban rupanya masih sama saja. Dirinya juga menjadi korban hawa nafsu teman ayah tirinya tersebut sampai akhirnya ditemukan oleh ibu korban.

“Saat di hotel yang terakhir ini, sebenarnya ada korban lainnya, yaitu temannya si korban. Namun tersangka masih DPO,” terang Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 18 ayat (3) Jo pasal 76D Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 20 tahun dan denda Rp6,667 Milyar. (L Sukamta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *