Persembahkan Yang Terbaik, PDB Klaten Gelar Ketoprak “Rebut Kuwasa”

Pengurus Perkumpulan Darma Bakti Klaten berfoto bersama.

WartaKita.org – Perkumpulan Darma Bakti (PDB) Klaten akan menggelar ketoprak dengan judul “Rebut Kuwasa” di Aula SD Kristen 3 Klaten pada Sabtu (10/3/2018). Pagelaran ketoprak ini akan dimeriahkan dengan pementasan Barongsai dan Chinese Drum.

Penasehat PDB Klaten Edy Sulistyanto “Amigo” menyampaikan, pentas ketoprak yang disutradarai Bondan Nusantara ini boleh dibilang unik. Mengapa? Karena hampir 90% pemainnya adalah warga keturunan Tionghoa.

Bacaan Lainnya

“Perpaduan antara ketoprak sebagai seni budaya Jawa yang dimainkan oleh warga keturunan Tionghoa dengan dialog dan kostum Jawa menjadi sebuah sarana pembauran yang sangat menarik untuk dinikmati bersama-sama,” katanya.

Edy Sulistyanto menjelaskan, pentas ketoprak ini didukung oleh lebih dari 50 pemain, 20 pemain pendukung, dan puluhan tenaga ahli, seperti pemain karawitan, tata suara, dekor, tata lampu, dan sebagainya.

“Pentas ketoprak ini dikemas secara serius dan profesional. Kita berharap, pagelaran ketoprak ini dapat menjadi persembahan yang terbaik dari Perkumpulan Darma Bakti Klaten untuk masyarakat Klaten dan pecinta ketoprak pada khususnya,” harapnya.

Edy mengatakan, selain untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, pentas ketoprak ini juga diharapkan bisa mendukung dalam menjadikan Klaten sebagai kota ketoprak.

“Setelah ada Festival Ketoprak Pelajar (FKP) setiap tahun pada bulan September sampai Oktober secara teratur sejak 9 tahun yang lalu, disusul dengan demam ketoprak di masyarakat, lalu kemudian muncul ketoprak pejabat, ketoprak kepala sekolah (MKKS), ketoprak wartawan, dan sebagainya, maka “ketoprak pengusaha” ini akan menjadi fenomena tersendiri,” ujarnya.

Sekadar informasi, PDB Klaten ini sempat aktif di era tahun 1963-an di bidang sosial, kedukaan dan kesenian. Namun setelah itu agak vakum kegiatan. Dan pada tahun 2017 ini kegiatan PDB kembali menggeliat. Fokus kegiatan PDB Klaten ini pada bidang sosial, kesenian, olahraga, dan kedukaan.

Pos terkait