Warta Kita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Pakisan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengadakan puncak acara peringatan HUT ke 80 RI dengan menggelar Wayang Srawung yang dimainkan oleh Ki Dalang Mbilung di halaman ruko desa setempat pada Jumat (29/8/2025) malam.
Kegiatan yang bertajuk “Pakisan Nyawiji 80 Tahun HUT RI” ini dibuka dengan pentas Wayang Purwa (singkat) yang mengambil lakon “Wahyu Cakraningrat” yang dimainkan oleh Ki Dalang Pulung Sindu Atmojo.
Kepala Desa (Kades) Pakisan Santosa menyampaikan, pentas Wayang Srawung ini diadakan dalam rangka memperingati HUT ke 80 RI.
“Tujuan kegiatannya pertama, untuk menghibur masyarakat Desa Pakisan terkait dengan peringatan HUT ke 80 RI. Kedua, untuk meningkatkan (penghasilan) UMKM di Desa Pakisan. Dan ketiga, untuk nguri-uri seni budaya. Itu pasti, jelas. Seni budaya ini harus kita lestarikan. Agar seni budaya itu tidak punah, maka kita harus menjaganya,” katanya.
Santosa menambahkan, selain mengadakan pentas wayang srawung, Pemdes Pakisan juga men-support setiap RT untuk mengadakan tirakatan. Dan kalau ada acara hiburannya, diimbau untuk diadakan di luar malam tirakatan.
“Pentas wayang srawung ini memberikan dampak positif untuk UMKM, karena akan meningkat penghasilannya. Apalagi di setiap tahunnya kita juga adakan bazar UMKM,” ujarnya.
Puncak acara peringatan HUT ke 80 RI di Pakisan ini dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Staf Ahli Bupati Joko Istanto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati, Forkopimcam Cawas, tokoh masyarakat, warga setempat, dan undangan lainnya.
Sedang Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Staf Ahli Bupati Joko Istanto dalam sambutan menyambut baik peringatan HUT ke 80 RI di Desa Pakisan dengan menggelar pentas wayang srawung.
“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui wayang kita diajak untuk menemukan nilai-nilai kehidupan, tentang kebenaran, keadilan, persaudaraan serta kemanusiaan,” tandas bupati.
Bupati Klaten mengapresiasi kegiatan peringatan HUT ke 80 RI yang diadakan oleh warga Desa Pakisan.
“Saya mengapresiasi semangat warga Desa Pakisan yang dengan antusias menyelenggarakan acara hiburan rakyat ini. Ini adalah bukti bahwa budaya menjadi roh bagi masyarakat Kabupaten Klaten. Dengan budaya kita bisa menjaga identitas kita, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai luhur kepada generasi muda,” ungkap bupati.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati mengenukakan, pentas wayang srawung ini merupakan implementasi dari ajaran Tri Sakti Bung Karno yang ketiga, yaitu berkepribadian dalam kebudayaan.
“Ini adalah bagian dari melestarikan kebudayaan kita. Dimana malam ini kita mengadakan pentas wayang srawung, yaitu wayang kulit, yang tidak seperti biasanya. Wayang srawung itu menggambarkan kehidupan sehari-hari, dimana cerita dan nama-nama atau tokohnya seperti yang ada di dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Kadarwati menjelaskan, wayang srawung ini pertama kali diciptakan oleh warga Klaten, yaitu Ki Dalang Mbilung.
“Untuk itu, mari kita getok tularkan, kita kembangkan wayang srawung ini. Karena budaya itu adalah hasil budi daya manusia, yaitu pola pikir yang baik, tentang hasil karya manusia,” terangnya.
Ibunda dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ini menerangkan, budaya adalah alat pemersatu bangsa.
“Dengan budaya kita berada dalam satu titik, yaitu keindahan, kemuliaan, kebaikan, kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan lain-lain. Hari ini, malam ini, kalau kita tidak gotong royong, tidak akan tercapai. Karena tidak semua dibayar. Seperti nata panggung, nata kursi, nata meja, nata konsumsi, semua kan tidak mbayar. Itulah gotong royong,” paparnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah asal Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk ini pun mengapresiasi pentas wayang srawung di Desa Pakisan tersebut.
“Acara ini bagus, baik. Penontonnya banyak. Dan kita lihat, UMKM-nya juga laris, full (penuh). Kegiatan ini berdampak bagus terhadap ekonomi, bisa menaikkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.









