WartaKita.org – Dalam rangka persiapan menyambut hari ulang tahun (HUT) ke 93 SD Marsudirini Santa Theresia Boro Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo dan HUT ke 90 Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro diadakan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rama Romualdus Subyantara Putra Perdana, Pr pada Selasa (27/2/2024) pagi.
Sebelum Ekaristi dipentaskan musik kulintang dari anak- anak panti asuhan putri dan anak-anak TK. Mereka menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dan Disini Ada Cinta.
Dalam homili, Rama Subyantara Pr berharap, anak-anak bisa menjadi Generasi Emas pada 21 tahun mendatang.
“Semoga anak-anak dapat menjadi Generasi Emas, menjadi pemimpin yang cerdas dan berbudaya,” kata rama.
Usai Ekaristi dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Raden Setija Winisudha” di Aula Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji.

Pagelaran wayang kulit ini dimainkan oleh Dalang Ki Filipus Benito Anom Dwi Prasetiya, siswa Kelas 6 SD Marsudirini Santa Theresia Boro.
Pentas wayang kulit ini mendapat perhatian dari para penonton yang memenuhi aula panti asuhan tersebut.
Pimpinan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro yang juga selaku Koordinator Sekolah Marsudirini Boro, Suster M Christera OSF dalam sambutan mengatakan, agar menjadi Genenasi Emas, maka anak-anak perlu mempunyai iman yang kuat, memiliki prestasi, dan berbudaya yang baik.
“Untuk itu, para pelaku pendidikan harus seiya sekata mendampingi anak didiknya dengan hati yang tulus,” pesan suster.
Wayang kulit dengan lakon Raden Setija Winisudha ini menceritakan suasana Kerajaan Dwarawati yang aman dan damai. Tetapi tiba-tiba ada ancaman dari Prabu Bomantoro dari Kerajaan Surateleng. Bala tentara Kerajaan Dwarawati kalah melawan pasukan dari Kerajaan Surateleng.
Di tempat lain, di Khayangan Sumur Jalatunda, Raden Setija yang sudah tumbuh dewasa menanyakan pada ibunya yang bernama Dewi Pertiwi: siapa sebenarnya ayahnya. Karena selama di Khayangan Sumur Jalatunda, Raden Setija hanya bersama ibu dan kakeknya Syang Hyang Naga Raja.
Karena Raden Setija ingin tetap mencari ayahnya, maka Syang Hyang Naga Raja menjelaskan bahwa Raden Setija adalah anak dari Raja Dwarawati yaitu Prabu Kresna.
Mendengar itu semua, Raden Setija mau mencari Prabu Kresna di Kerajaan Dwarawati. Atas saran Ibu Pertiwi, ia disuruh mengajak Lurah Semar dan anaknya.
Sesampai di kerajaan Dwarawati dan ketemu dengan Prabu Kresna, setelah Raden Setija menyampaikan maksudnya, Prabu Kresna mau menerima sebagai anak kalau bisa mengalahkan musuh dari Kerajaan Surateleng yang bernama Prabu Bomantoro.
Raden Setija bersedia melawan tentara dari Kerajaan Surateleng. Dalam peperangan itu, Prabu Bomantara bisa dikalahkan. Akhirnya, Raden Setija diakui sebagai putra Prabu Kresna dan diangkat atau diwisuda menjadi raja, bergelar Prabu Setija di Kerajaan Surateleng yang sudah diganti nama menjadi kerajaan Trajutresna,

Untuk diketahui, Dalang Ki Filipus Benito Anom Dwi Prasetiya ini adalah siswa Kelas 6 SD Marsudirini Boro. Ia lahir pada 23 Agustus 2011. Anom Dwi Prasetiya merupakan putra ke dua dari pasangan Agustinus Wintono dan Rita Sri Mahanani.
Ia pernah menyabet prestasi sebagai juara 4 dalam lomba dalang cilik se Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2020, juara 2 pada tahun 2021, dan juara 1 pada tahun 2023.









