Warta Kita.org – Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten menyelenggarakan ritual Pengambilan Tirta Panguripan di tujuh mata air suci yang tersebar di Kabupaten Klaten pada Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini melibatkan para pemuka agama yang mewakili berbagai unsur agama dan penghayat kepercayaan.
Ketua FKUB Kebersamaan Klaten Pendeta Wahyu Nirmala menyampaikan, pengambilan air suci ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Peringatan Hari Toleransi Internasional yang dikemas dalam acara bertajuk Kamulyaning Tirta.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kerukunan antarumat beriman melalui ritual bersama yang sarat makna spiritualitas dan toleransi,” katanya.
Wahyu Nirmala menjelaskan, prosesi pengambilan tirta suci dimulai dari sumur yang berada di Masjid Golo, kompleks makam Sunan Bayat. Perjalanan spiritual ini kemudian dilanjutkan ke Petirtaan Geneng, di mana ritual diawali dengan doa dari umat Hindu.
Selanjutnya, pengambilan air dilakukan di Umbul Brondong oleh Pendeta Debora dari GKJ Kebonarum yang mewakili umat Kristen. Prosesi berlanjut dengan unsur Budha yang mengambil air di Umbul Tirta Mulyani. Dan terakhir, unsur Katolik melakukan pengambilan air suci di Sendang Gua Maria Sriningsih Jali.
“Air suci yang terkumpul dari ketujuh lokasi ini nantinya akan didoakan bersama oleh para pemuka agama dalam doa lintas iman pada peringatan Hari Toleransi Dunia pada tanggal 15 November mendatang di Vihara Bodhivamsa Klaten,” terang pendeta.
Wahyu menyatakan, pada acara puncak tersebut, akan digelar pula prosesi pelepasan ikan oleh Bhikkhu atau Bhiksuni bersama Bupati dan tokoh agama atau kepercayaan sebagai simbol pembebasan kehidupan dan pemulihan keseimbangan alam. Kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan penanaman pohon dan rehabilitasi lingkungan sebagai wujud komitmen nyata terhadap konservasi alam.
“Melalui kegiatan Kamulyaning Tirta ini, Forum Kebersamaan Umat Beriman Klaten berharap dapat memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga bersama,” tandas pendeta.









