WartaKita.org – Panitia Perayaan Imlek Nasional 2021 bekerjasama dengan Forum Kebersamaan Umat Beragama (FKUB Kebersamaan) Kabupaten Klaten dan Perkumpulan Darma Bakti (PDB) Klaten mengadakan kegiatan bakti sosial pembagian 20 ton beras dan ratusan box masker kepada warga terdampak Covid-19.
Penyerahan bantuan beras dan masker dilakukan di Tiong Ting Darma Bakti, Bareng Lor, Klaten pada Sabtu (8/5/2021) pagi.
Bantuan beras dan masker ini kemudian diberikan kepada sekitar 2000 warga Kabupaten Klaten yang terdampak pandemi.
Panitia Perayaan Imlek Nasional Koordinator Wilayah DIY, Elyn Subiyanti dalam kata sambutan mengatakan, pada peringatan Imlek tahun 2021, Presiden Joko Widodo mengimbau kepada para pengusaha untuk peduli dan membantu warga masyarakat miskin yang saat ini baru terkena pandemi Covid-19.
Selanjutnya, para pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap NKRI tersebut menggalang donasi sehingga terkumpul beras dan masker. Khusus untuk wilayah Kabupaten Klaten mendapatkan kuota 20 ton beras dan ratusan box masker untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini bertajuk: Bantuan sosial peduli Covid-19. Untukmu negeri, kami berbakti dan peduli,” katanya.
Elyn Subiyanti menambahkan, Imlek merupakan momentum untuk berbagi rejeki, kebahagiaan, dan kebaikan kepada sesama yang lain. Karenanya, mereka juga ingin berbagi kebahagiaan dengan warga di 6 provinsi di Pulau Jawa ini.
“Dalam kesempatan ini, Panitia Perayaan Imlek Nasional menggandeng Perkumpulan Darma Bakti Klaten dan FKUB Kebersamaan untuk membagikan beras dan masker kepada masyarakat. Semoga beras dan masker ini dapat bermanfaat bagi mereka,” harapnya.

Sedang Bupati Klaten yang diwakili Asisten I Sekda Klaten Ronny Roekmito mengucapkan terima masih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Perayaan Imlek Nasional yang telah menyalurkan beras dan masker kepada warga Klaten.
“Terima kasih kepada Panitia Perayaan Imlek Nasional yang telah peduli untuk ikut meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Karena kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Apalagi, kasus positif Covid-19 di Klaten ini termasuk tinggi. Angka rata-rata kematian juga tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari angka rata-rata nasional. Dan dari mereka yang meninggal, sebagian besar karena adanya penyakit penyerta dan lansia,” paparnya.
Sementara itu Ketua FKUB Kebersamaan Klaten Pendeta Wahyu Nirmala mengemukakan, bantuan beras dan masker ini kemudian langsung dibagikan kepada warga di sekitar tempat tinggal para tokoh agama tersebut.
“Tidak tertutup kemungkinan, tokoh atau pemuka agama yang hari ini menerima beras, kemudian membagikan beras tersebut kepada warga yang tidak sama keyakinannya dengan dirinya,” ucapnya.
Kegiatan bakti sosial pembagian beras dan masker ini diakhiri dengan doa lintas iman dari enam tokoh pemuka agama yang hadir, yaitu dari Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Aliran Kepercayaan.









