Pentas Wayang Bukan Sekadar Hiburan, Bisa Dimanfaatkan Untuk Menyampaikan Pesan

Warga Dukuh Kemit, Desa Kwaren antusias menyaksikan pentas Wayang Babad yang dimainkan Dalang Ki Renggo Putra Ismoyo.

WartaKita.org – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tegah Stephanus Sukirno mengadakan kegiatan sosialisasi kebijakan melalui media tradisional di Dukuh Kemit, Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten pada Minggu (14/7/2024) malam.

Kegiatan sosialisasi yang mengusung tema “Kesenian tradisi sebagai media sosialisasi” ini menampilkan pentas Wayang Babad yang dimainkan oleh Dalang Ki Renggo Putra Ismoyo.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Ki Renggo Putra Ismoyo memainkan lakon Babat Pati.

Sosialisasi ini dihadiri Perangkat Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PAC PDI Perjuangan Ngawen, Pengurus Ranting PDIP Menden, dan masyarakat sekitar.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kwaren Budi Santosa, dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Tegah Stephanus Sukirno yang mau hadir dan mengadakan kegiatan sosialisasi di desanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia dan warga yang telah bekerjasama menyelenggarakan pentas Wayang Babad ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Sukirno yang telah memilih Desa Kwaren sebagai ajang sosialisasi. Semoga apa yang disampaikan Pak Sukirno dan Pak Dalang nantinya dapat diambil manfaatnya. Sehingga kita jadi tambah ilmu dan wawasan,” katanya.

Stephanus Sukirno secara simbolis menyerahkan tokoh wayang kepada Dalang Ki Renggo Putra Ismoyo.

Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tegah Stephanus Sukirno menjelaskan, wayang adalah salah satu kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Jawa Tengah.

“Wayang bukan sekadar hiburan. Karena dalam pentas wayang, kita bisa mengasah kemanusiaan kita menjadi semakin berbudaya. Pentas wayang bisa mengasah daya rasa kita menjadi lebih baik,” ujarnya.

Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang itu mengatakan, pentas atau pertunjukan wayang ini memiliki banyak kegunaan.

Pertama, pentas wayang bukan sekadar hiburan. Kedua, pentas wayang menjadi tempat atau sarana mengolah rasa manusia. Dan ketiga, pentas wayang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan atau program pemerintah.

“Saat ini, kita sudah tidak punya lagi jupen atau juru penerangan. Maka, mari kita manfaatkan kesenian tradisional yang ada sebagai media sosialisasi. Karena itu, para pelakunya harus saling berkolaborasi,” paparnya.

Usai sambutan, Stephanus Sukirno secara simbolis menyerahkan tokoh wayang kepada Dalang Ki Renggo Putra Ismoyo.

Selanjutnya, Ki Renggo Putra Ismoyo mementaskan Wayang Babad dengan lakon Babat Pati.

Pentas wayang ini disambut baik oleh warga. Mereka menyaksikan pentas Wayang Babad ini dengan antusias. Warga pun merasa terhibur. Karena selain mendapatkan tontonan, warga juga memperoleh tuntunan dan hiburan.

Pos terkait