WartaKita.org – Pentas seni lintas iman yang melibatkan empat agama yang ada di Desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten diadakan di lapangan Desa Manjung, atau di depan Rumah Doa Santo Antonius Manjung pada Sabtu (28/12/2019) malam.
Pentas seni yang diisi penampilan dari umat Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu ini diselenggarakan dalam rangka ungkapan syukur atas selesainya pembangunan Rumah Doa Santo Antonius Manjung.
Dalam pentas seni tersebut satu persatu perwakilan dari 4 agama di Desa Manjung menampilkan kemampuannya. Umat Kristen menampilkan kidung atau nyayian. Pemuda Hindu menampilkan seni musik akustik etnik. Sedangkan PIA (anak) Katolik menampilkan seni tari. Pentas seni ditutup dengan seni hadroh dari Pondok Pesantren (Pompes) Darul Quran Salafiyah Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko.
Ketua Panitia syukuran rumah doa dan pentas seni, Antonius Suherman mengatakan, sebagai wujud syukur atas selesainya pembangunan rumah doa bagi umat Katolik di Desa Manjung ini maka diadakanlah pentas seni. Pentas seni ini juga sebagai wujud nyata kerukunan antar umat beragama di desa setempat.
“Ini sebagai wujud syukur kami atas selesainya pembangunan Rumah Doa Santo Antonius Manjung. Sehingga sudah lengkaplah tempat ibadah yang ada di Desa Manjung. Yaitu sudah ada masjid untuk umat Islam, ada gereja untuk umat Kristen, ada Rumah Doa untuk umat Katolik, serta ada pura bagi umat Hindu,” katanya.
Suherman menambahkan, pentas seni ini sebagai perwujudan tema Natal nasional tahun 2019 yaitu “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang”.
“Untuk mengucap syukur atas selesainya pembangunan rumah doa tersebut, maka kami melibatkan seluruh warga dan para tokoh agama yang ada sebagai bentuk kerukunan antar umat beragama di Desa Manjung,” ujarnya.
Sekadar informasi, Rumah Doa Santo Antonius Manjung ini menempati tanah yang dibeli oleh Lingkungan Santo Yustinus Manjung dengan luas 180 meter persegi. Pembangunan sudah dimulai sejak 20 Desember 2017, dan diresmikan pada 30 November 2019 yang lalu.
Sementara itu Camat Ngawen Anna Fajria Hidayati merasa senang dan bangga atas keterlibatan lintas iman dalam pentas seni sebagai wujud syukur selesainya pembangunan rumah doa di Manjung ini. Karena dia melihat secara langsung kerukunan, keguyuban, dan persaudaraan antar umat beragama.
“Ini wujud nyata keindahan akan toleransi antar umat beragama. Dan ini perlu dipupuk terus agar bisa menjadi contoh daerah yang lainnya. Di samping itu, dengan pentas seni ini bisa menggali potensi seni yang ada untuk terus dikembangkan,” paparnya.
Usai pentas seni, ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Kasino dengan lakon Semar Mbangun Kayangan.









