Pengurus JKKI Kevikepan Surakarta Adakan Rekoleksi, Devosan Diajak Berbakti Untuk Melayani

Pengurus JKKI Kevikepan Surakarta berfoto bersama Moderator JKKI Keuskupan Agung Semarang (KAS), Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr di sela acara rekoleksi yang mengusung tema "Berbakti Untuk Melayani" di Wisma Salam Magelang dari Jumat sampai Sabtu (9-10/9/2022).

WartaKita.org – Pengurus Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi (JKKI) Kevikepan Surakarta menggelar rekoleksi yang mengusung tema “Berbakti Untuk Melayani” di Wisma Salam Magelang dari Jumat sampai Sabtu (9-10/9/2022).

Rekoleksi selama dua hari ini diisi dengan acara pembukaan, beberapa sambutan, dinamika kelompok, penyampaian materi dari para narasumber, dan diakhiri perayaan Ekaristi.

Bacaan Lainnya

Ketua panitia rekoleksi, Maria Sri Mulati Koespuranto menyampaikan, tujuan dari rekoleksi ini yaitu terjalinnya persaudaraan antar pengurus sehingga terbangun kerja sama yang baik serta terbangunnya semangat spiritualitas pengurus dalam mewartakan Devosi Kerahiman Ilahi.

“Peserta yang mengikuti rekoleksi ada 57 orang. Terdiri dari 16 pengurus JKKI Kevikepan Surakarta, dan 41 orang dari perwakilan pengurus simpul (paroki) yang ada di Kevikepan Surakarta,” katanya.

Ada dua narasumber yang memberikan pengajaran dalam rekoleksi ini, yaitu Moderator JKKI Kevikepan Yogyakarta Rama Ignatius Fajar Kristianto, Pr dan Moderator JKKI Keuskupan Agung Semarang (KAS) Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr.

Moderator JKKI Kevikepan Yogyakarta Rama Ignatius Fajar Kristianto, Pr menyampaikan materi mengenai “Gereja Yang Rendah Hati dan Melayani, Belajar dari Bapa Paus Fransiskus” di acara rekoleksi yang mengusung tema “Berbakti Untuk Melayani” di Wisma Salam Magelang dari Jumat sampai Sabtu (9-10/9/2022).

Moderator JKKI Kevikepan Yogyakarta Rama Ignatius Fajar Kristianto, Pr menyampaikan materi mengenai “Gereja Yang Rendah Hati dan Melayani, Belajar dari Bapa Paus Fransiskus”.

Rama Ignatius Fajar Kristianto menjelaskan, untuk meneladan Bapa Paus Fransiskus, maka orang perlu menyadari (mengerti) kegembalaan Bapa Paus Fransiskus yang menekankan tiga hal, yaitu Penginjilan, Semangat Menggereja, dan Misioner.

“Menjadi sederhana adalah panggilan Gereja. Apalagi di tengah budaya global yang menyiratkan kecenderungan konsumtif dan hedonis (serba cepat, mudah, serta instant). Karena itu, kesaksian Injil zaman ini akan tampak nyata dalam kesederhanaan. Dalam hal ini menempatkan Kristus sebagai segalanya. Menjadi Gereja Yang Sederhana,” kata rama

Rama Fajar menyatakan, kesederhanaan itulah yang pertama dihadirkan oleh Gereja. Seperti ada ungkapan “Simple is better”. Gereja bukanlah organisasi yang sibuk mengurusi kekayaan. Tetapi tahu akan prioritas dan diajak memeluk kesederhanaan.

“Kita harus semakin bijak dan rendah hati dengan apa yang ada. Apa yang ada dan dimiliki Gereja semata-mata untuk tujuan Misi Gereja, yaitu Mewartakan Kabar Sukacita Injili,” ajak rama.

Moderator JKKI Keuskupan Agung Semarang (KAS), Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr memaparkan materi mengenai “Berdevosi, Berbakti Untuk Melayani”di acara rekoleksi di Wisma Salam Magelang dari Jumat sampai Sabtu (9-10/9/2022).

Sementara itu Moderator JKKI Keuskupan Agung Semarang (KAS), Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr memaparkan materi mengenai “Berdevosi, Berbakti Untuk Melayani”.

Menurut Rama Luhur, devosi adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan seluruh pribadi kepada Allah dan kehendak-Nya sebagai perwujudan cinta kasih. Atau yang lebih lazim, devosi adalah kebaktian khusus kepada berbagai misteri iman yang dikaitkan dengan pribadi tertentu. Seperti devosi kepada sengsara Yesus, devosi kepada Hati Yesus, devosi kepada Kerahiman Ilahi, devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi kepada Maria, dan lain-lain.

“Tujun dari devosi antara lain pertama, menggairahkan iman dan kasih kepada Allah. Kedua, mengantar umat pada penghayatan iman yang benar akan misteri karya keselamatan Allah dalarn Yesus Kristus. Ketiga, mengungkapkan dan meneguhkan iman terhadap salah satu kebenaran misteri iman. Dan keempat, memperoleh buah-buah rohani,” terang rama.

Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi ini mengemukakan, hal utama dalam devosi Kerahiman Ilahi yakni satu, untuk meminta dan mendapatkan Kerahiman Allah. Dua, untuk percaya bahwa rahmat Yesus berlimpah. Dan tiga, untuk menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagai saluran atau wadah kemurahan hati Allah.

“Dalam devosi, Tuhan mengundang kita untuk pertama, datang kepada-Nya dan menyembahNya dengan penuh kepercayaan. Dan kedua, menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Jadi, bagaimana kita berbakti untuk melayani,” tandas rama.

Pengurus JKKI Kevikepan Surakarta berfoto bersama Moderator JKKI Kevikepan Yogyakarta Rama Ignatius Fajar Kristianto, Pr di sela acara rekoleksi yang mengusung tema “Berbakti Untuk Melayani” di Wisma Salam Magelang dari Jumat sampai Sabtu (9-10/9/2022).

Rekoleksi dua hari ini mendapat tanggapan yang baik dari peserta.

Ketua JKKI Kevikepan Surakarta, Yustinus Dwi Agung Rosarianto mengaku senang dan bahagia bisa mengikuti rekoleksi ini.

“Ya, saya merasa senang, bahagia, dan bangga karena rekoleksi dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Walaupun waktunya mepet untuk mempersiapkannya, tapi mampu menghadirkan dua rama moderator sebagai narasumber, yaitu dari Kevikepan Yogya dan KAS. Pesertanya juga banyak. Nggak nyangka, dan luar biasa tanggapan para pengurus (JKKI) untuk terlibat dan hadir,” ucapnya.

Yustinus Dwi Agung Rosarianto berharap, acara rekoleksi pengurus ini dapat diagendakan setiap tahun, sehingga gerak langkah, visi, misi dari seluruh pengurus dapat berjalan searah.

“Kebersamaan yang terjadi dapat memotivasi, menginspirasi, menjadikan kompak dan semakin terjalin persaudaraan yang kuat untuk menjadi garda terdepan dalam pewartaan Kerahiman Ilahi, khususnya di Kevikepan Surakarta,” harapnya.

Pos terkait