Pemilu, Gunakan Hak Pilih Anda Dengan Baik, Kades Sumberejo: Jangan Bengkerengan….

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno berfoto bersama sebagian warga Dukuh Pengkol, Desa Sumberejo, Minggu (12/11/2023) malam.

WartaKita.org – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno menggelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah di Balai RW Dukuh Pengkol, Desa Sumberejo, Kecamatan Kklaten Selatan, Kabupaten Klaten, Minggu (12/11/2023) malam.

Sosialisasi ini dihadiri Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Klaten Agus Riyanto, Kepala Desa Sumberejo Tri Raharjo, serta pengurus dan warga RW Pengkol.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Sumberejo Tri Raharjo dalam sambutan menyambut baik kegiatan Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah yang diadakan di Dukuh Pengkol ini.

Menurut Tri Raharjo, kegiatan sosialisasi ini dirasa baik. Apalagi narasumber yaitu Stephanus Sukirno akan memberikan wawasan mengenai demokrasi daerah.

“Sebentar lagi kita akan ada Pileg dan Pilpres. Kita akan milih anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan juga DPD. Selain itu, kita juga akan milih Presiden dan Wakil Presiden. Karena itu. monggo kita gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya. Sebab, demokrasi itu pilihan pribadi. Jadi, kita nggak usah bengkerengan (bermusuhan). Apalagi kita sama-sama satu kampung,” katanya.

Sedang Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Klaten Agus Riyanto menyatakan, pekik perjuangan “Merdeka” merupakan salam nasional yang mulai berlaku pada 1 September 1945. Jadi, bukan hanya milik PDI Perjuangan saja.

“Salam Merdeka ini ditetapkan sebagai salam nasional berdasarkan Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agust 1945 oleh Presiden RI Ir Soekarno, dan sampai sekarang belum dicabut. Maka, kita perlu menyampaikan Salam Merdeka itu dalam berbagai kesempatan,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno berfoto bersama sebagian warga Dukuh Pengkol, Desa Sumberejo, Minggu (12/11/2023) malam.

Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno menjelaskan, demokrasi Indonesia itu berbeda dengan demokarasi Barat.

Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang berlaku di Indonesia. Demokrasi ini bersumber dari tatanan nilai sosial dan budaya dengan berasaskan musyawarah untuk mufakat.

“Sedang demokrasi Barat cenderung ke demokrasi liberal, yang menganut kebebasan individu. Dimana setiap orang bisa berbicara semaunya sendiri,” terangnya.

Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini mengemukakan, dalam kehidupan keseharian, kejujuran itu penting.

Yen bodho, isoh sinau. Yen kurang terampil, isoh latihan. Yen jujur, kuwi latihane piye? Mula, wong sing jujur, biasane ora pati sugih. Karena mereka lebih mengutamakan untuk berbuat mulia bagi sesamanya,” tandasnya.

Pos terkait