Pembelajaran Daring di SMPN 1 Jogonalan Berlangsung Lancar, Tetapi Terkendala HP Dan Kuota

Kepala SMPN 1 Jogonalan Endah Sulistyowati memberikan pengarahan kepada para guru sebelum pembelajaran daring, Senin (13/4/2020) pagi.

WartaKita.org – Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah untuk mencegah penularan covid-19 atau virus corona. Dan sebagai gantinya, sekolah melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online.

Seperti yang dilakukan di SMP Negeri 1 Jogonalan. Siswa belajar di rumah sejak Senin (16/3/2020) hingga sekarang.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 1 Jogonalan Endah Sulistyowati, Senin (13/4/2020), menyampaikan, secara umum, pembelajaran daring di sekolahnya berlangsung lancar. Anak-anak tidak terkendala dalam mengerjakan tugas. Karena tugasnya memang tidak banyak. Tugas yang disampaikan lebih kepada pendidikan karakter.

“Daring di SMPN 1 Jogonalan dilakukan dengan model tiga hari on atau pembelajaran, dan tiga hari off atau tugas mandiri. Daring dilakukan dari jam 7.00 sampai jam 11.00,” katanya.

Endah Sulistyowati menyatakan, selama pembelajaran daring, mengenai sinyal tidak ada masalah atau no problem. Hanya saja, ada banyak anak yang tidak mempunyai handphone (HP).

“Anak-anak yang tidak mempunyai HP sudah kita data. Karena itu, anak-anak yang tidak mempunyai HP, tugasnya diganti dengan menggunakan paper test. Maka, anak-anak tersebut kita kirimi materi. Anak-anak belajar di situ. Materi test kita fotocopy. Dan anak-anak mengerjakannya di kertas itu,” ujarnya.

Endah Sulistyowati mengatakan, seiring waktu berjalan, ternyata ada keluhan dari banyak orangtua siswa terkait penggunaan kuota dalam pembelajaran daring ini. Maka mulai Rabu (15/4/2020) ini, pembelajaran daring menggunakan dua jadwal atau dua mapel. Jam pertama pembelajaran daring yang dibuat sekolah, dan jam kedua menggunakan pembelajaran lewat TVRI.

“Ini untuk mengurangi kendala kuota yang dikeluhkan para orangtua. Karena kebanyakan orangtua siswa di sini adalah dari ekonomi menengah ke bawah, dan bahkan ada yang sudah tidak bekerja atau dirumahkan. Ini solusi yang ditempuh sekolah,” paparnya.

Sementara itu Wali Kelas 8 I SMPN 1 Jogonalan mengungkapkan, selama pembelajaran daring, absen (presensi) dari siswa sering terlambat. Alasannya, siswa tidak mempunyai kuota. Sehingga ada siswa yang baru absen pada malam hari.

“Selain itu, ada siswa yang terlambat mengumpulkan tugas. Karena siswa mengumpulkan tugas lewat HP guru, maka memori HP guru cepat penuh,” akunya.

Meski begitu, imbuh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini, tanggung jawab siswa untuk mengumpulkan tugas sangat baik.

“Kita bisakan anak-anak absen sebelum jam 7.00. Agar anak-anak tidak lupa ketika siangnya. Karena wali kelas bertugas mengabsen harian. Meskipun tidak ada jadwal daring,” ucapnya.

Pos terkait