Dampak Virus Corona, Umbul Pluneng Ditutup Sementara, Karyawan BUMDes Tirta Sejahtera Dirumahkan

Pasca ditutup akibat merebaknya virus corona, air Water Park Pluneng dikeringkan.

WartaKita.org – Dampak dari pandemi covid-19 atau virus corona dirasakan di semua sendi kehidupan. Salah satunya di sektor pariwisata.

Seperti yang dialami obyek wisata Umbul Tirto Mulyono, Umbul Tirto Mulyani, Water Park, dan kolam pemancingan di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten ini. Obyek wisata ini ditutup untuk sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bacaan Lainnya

Bendahara BUMDes Tirta Sejahtera Pluneng, Agnes Febina Isti Putri menyampaikan, penutupan Umbul Tirto Mulyono, Umbul Tirto Mulyani, Water Park, dan kolam pemancingan Desa Pluneng untuk sementara waktu ini atas anjuran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

“Obyek wisata yang dikelola BUMDes Tirta Sejahtera Pluneng ini ditutup untuk sementara waktu agar virus corona tidak menyebar ke mana-mana,” katanya.

Febi menyatakan, dengan penutupan obyek wisata ini mengakibatkan tidak ada pemasukan sama sekali. Maka ada kebijakan, karyawan BUMDes Tirta Sejahtera Pluneng dirumahkan.

“Dari unit usaha yang ada, hanya unit TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) atau pengelolaan sampah yang masih aktif. Dari total 42 karyawan (termasuk pengurusnya), hanya 8 karyawan yang masih bekerja. Semuanya dirumahkan. Selama dirumahkan, karyawan tidak mendapatkan gaji dan tunjangan,” ujarnya.

Meski begitu, Febi dan kawan-kawannya bisa memakluminya. Karena ini memang situasi dan kondisi yang dialami seluruh dunia, dan semua orang mengalaminya. Warung-warung sekitar umbul Pluneng juga tutup semua.

“Semoga virus corona ini segera berlalu. Sehingga Umbul Pluneng bisa beroperasi dan buka kembali,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Pluneng Wahyudi mengatakan, pandemi virus corona ini telah berdampak luar biasa bagi masyarakat Pluneng.

“Sebelum adanya virus corona, pendapatan BUMDes Tirta Sejahtera Pluneng bisa mencapai Rp140 juta per bulan. Tetapi setalah merebaknya virus corona, dan ditutupnya Umbul Pluneng dan tempat pemancingan, praktis tidak ada lagi pemasukan ke BUMDes. Akibatnya, karyawan BUMDes terpaksa dirumahkan,” paparnya.

Wahyudi menambahkan, meskipun karyawan dirumahkan, tetapi pihaknya tetap mengerjakan dua orang karyawan per hari untuk membersihkan dan mengamankan Umbul Pluneng dan sekitarnya.

“Tujuannya agar tempat wisata ini tidak menjadi kotor atau kumuh,” ucapnya.

Pos terkait