Peduli Iman Anak, Paroki Cawas Undang Anak-Anak Ikuti Ekaristi Di Gereja

Rama Alexander Joko Purwanto, Pr memberikan berkat kepada anak-anak dari jauh.

WartaKita.org – Sudah setahun lebih anak-anak di Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Kabupaten Klaten tidak dibolehkan mengikuti misa di gereja paroki. Mereka hanya ikut misa online di rumah masing-masing bersama orangtuanya. Karenanya, para orangtua sudah mulai merindukan bisa mengajak anak-anaknya ke gereja bersama.

Ada keprihatinan yang sangat mendalam bagi pendampingan iman anak (PIA). Selama ini, mereka tidak boleh berkumpul dan berkegiatan. Para pendamping PIA juga sudah mulai kewalahan membuat kegiatan pendampingan iman secara virtual.

Bacaan Lainnya

Bagaimanapun, dunia anak-anak adalah dunia sukacita dalam kebersamaan. Maka ketika pandemi muncul, mereka tidak bisa lagi bercanda, bermain, dan berkumpul dengan teman-temannya.

Situasi keprihatinan ini dicoba didekati dengan mulai memperbolehkan anak-anak ikut misa didampingi oleh orangtuanya. Maka bersama para pendamping PIA dan PIR (pendampingan iman remaja), Pastor Paroki Cawas, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr memfasilitasi anak-anak untuk mengikuti misa tatap muka pada Minggu (9/5/2021). Untuk sementara, kegiatan ini akan dilakukan setiap minggu kedua dalam bulan.

“Nanti kita pantau dan evaluasi terus,” kata rama.

Rama Joko Purwanto menjelaskan, aula yang bersebelahan dengan gereja digunakan untuk anak-anak dan orangtua yang akan mengikuti misa.

“Tempat duduk disediakan dengan berjarak. Orangtua diajak untuk mendampingi anak-anaknya. Mereka diminta menjaga agar anak-anak tidak lari kesana kemari selama misa,” ujar rama.

Nampaknya, misa tatap muka untuk anak-anak ini mendapat sambutan yang baik dari umat.

“Ini baru pertama kali setelah hampir setahun lebih anak-anak tidak ikut misa di gereja. Maka, anak-anak tadi berdesakan pengin minta berkat romo. Mereka sudah rindu pengin diberkati,” ucap seorang ibu yang mendampingi anak-anaknya.

Anak-anak Paroki Cawas mengikuti misa tatap muka pada Minggu (9/5/2021).

Sedang seorang pendamping PIA mengusulkan agar lebih banyak pendamping yang dilibatkan supaya bisa ikut mengatur anak-anak untuk baris maju ke depan rama. Berkat tidak diberikan dengan membuat tanda salib di dahi. Hanya diberkati dari jauh dan anak-anak membuat tanda salib sendiri.

Sementara itu, sejumlah orangtua mengucapkan terima kasih karena sudah ada perhatian dari Gereja bagi anak-anak walau hanya sebulan sekali.

“Tetapi ini sudah cukup baik daripada tidak sama sekali. Terlalu lama anak-anak tidak ke gereja itu suatu keprihatinan. Karena orangtua merasa ada sesuatu yang kurang,” tutur salah satu orangtua.

Umat Paroki Cawas berharap, semoga ke depan situasi makin membaik sehingga anak-anak dan lansia boleh segera ikut perayaan ekaristi. Karena itu, terobosan-terobosan pastoral perlu dibuat dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Banyak umat berharap agar setelah lebaran ini pandemi, tidak melonjak lagi, tetapi menurun, bahkan berkurang, sehingga kegiatan peribadatan bisa berjalan normal lagi. Semoga……

Pos terkait