WartaKita.org – Pandemi Covid-19 yang merebak sejak bulan Maret 2020 berdampak pada terhentinya kegiatan gereja, termasuk pelayanan sakramen.
Di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten misalnya. Pelayanan Sakramen Baptis untuk anak (bayi) yang secara rutin dilaksanakan setiap minggu pertama bersamaan dengan misa minggu pagi yang kedua, sejak bulan April dihentikan untuk sementara.
Setelah 6 bulan pelayanan Sakramen Baptis untuk anak berhenti, maka Dewan Pastoral Paroki Wedi kemudian merencanakan untuk memberikan pelayanan Sakramen Baptis yang tertunda sejak April 2020 lalu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas kerinduan orangtua untuk membaptiskan anaknya.
Ketua Bidang (Kabid) Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Wedi, Agustinus Sukirmo menjelaskan, untuk tahap pertama, pendaftaran dibatasi sejumlah 20 calon baptis. Sedang pendampingan untuk para orang tua dan wali telah dilaksanakan pada Rabu (14/10/2020).
Pelaksanaan penerimaan Sakramen Baptis dilakukan pada Rabu (21/10/2020) dalam dua tahap, yaitu pukul 16.00 dan 18.00 WIB. Setiap tahap untuk 10 calon baptis.
Ibadat pertama dipimpin Rama Emmanuel Maria Supranowo, Pr. Sedang ibadat kedua dipimpin Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr.
Ibadat dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Semua harus memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk gereja, dan menjaga jarak tempat duduk.
“Ibadat penerimaan Sakramen Baptis ini juga disiarkan secara online melalui channel youtube Komsos Paroki Wedi. Ini dimaksudkan agar umat yang tidak bisa hadir karena pembatasan, bisa mengikuti dari rumah masing-masing,” katanya.
Kegembiraan tampak dari para orang tua dan wali baptis, karena kerinduan mereka terobati.
Dalam homili Rama AG Luhur Prihadi, Pr mengatakan, kerinduan para orangtua menjadi tanda kesediaan dan kesanggupan orangtua melaksanakan janji perkawinan. Dan juga sebagai kesediaan mereka dalam menanggapi pangilan Tuhan untuk membangun keluarga Katolik. Serta panggilan bagi anak-anak untuk mengenal Allah dan masuk ke dalam keluarga Allah.
“Sakramen Baptis yang diminta orangtua berarti mereka sungguh merindukan kehadiran Allah dalam diri anak-anak itu yang akan menyelamatkan mereka sampai ke hidup yang kekal,” ujar rama.
Untuk penerimaan sakramen baptis anak selanjutnya akan dilaksanakan dan diatur sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Terutama berkaitan dengan dinamika pandemi Covid-19 di Paroki Wedi. Saat ini, sudah ada 2 calon baptis anak yang mendaftar.
Sedang untuk penerimaan Sakramen Baptis Dewasa yang juga tertunda karena pandemi Covid-19 ada 16 katekumen. Penerimaan Sakramen Baptis direncanakan pada Kamis (5/11/2020) dalam Perayaan Ekaristi pada pukul 18.00 WIB.









