WartaKita.org – Tim Pelayanan Dekorasi dan Tata Altar Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan pembentukan Paguyuban Dekorasi dan Tata Altar serta pembekalan kepada perwakilan dari lingkungan di Balai Mandala Gereja Paroki Wedi pada Minggu (9/3/2025).
Pembekalan Dekorasi dan Tata Altar ini mengusung tema “Memperindah altar sebagai pujian kepada Tuhan” yang disampaikan oleh Pastor Paroki Wedi, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr.
Koordinator Tim Pelayanan Dekorasi dan Tata Altar Paroki Wedi, Theresia Budi Wahyuni menyampaikan, tujuan kegiatan ini yaitu sebagai ajang untuk bertemu dan saling mengenal diantara tim pelayanan dari lingkungan, serta membentuk paguyuban dekorasi dan tata altar.
“Kalau kita bertemu, maka kita akan saling kenal, sehingga terjalin persaudaraan. Dengan demikian, kita bisa saling membantu. Selain itu, kita juga akan membentuk paguyuban sebagai ajang berkomunikasi dan berkoordinasi. Kita akan lakukan pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali,” katanya.
Sedang Ketua Bidang (Kabid) Liturgi Paroki Wedi Markus Puji Mugtiarso dalam sambutan berpesan kepada Tim Pelayanan Dekorasi dan Tata Altar dari lingkungan untuk menggunakan tanaman atau bunga hidup saat menghias altar di Gereja Paroki Wedi. Hal ini untuk mengurangi biaya (pengeluaran) serta memanfaatkan apa yang ada atau apa yang dipunyai gereja.
“Ketika lingkungan bertugas menghias altar, dimohon untuk mengajak umat yang lain. Jangan dikerjakan sendiri. Ini untuk regenerasi. Dan yang perlu diingat, saat menghias altar, mohon disesuaikan dengan tema atau kalender liturgi,” pesannya.
Sementara itu Pastor Paroki Wedi, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr dalam paparan menjelaskan, pengertian dekorasi adalah suatu tindakan untuk memperindah. Sedang pengertian tata altar ditempatkan dalam kerangka liturgi.
“Maka, dekorasi dan tata altar merupakan ungkapan syukur kita. Karena itu, kalau menghias altar ya kanthi mesem (dengan gembira), ora oleh nggersula (mengeluh). Agar umat yang hadir (ikut perayaan Ekaristi di gereja) bisa beribadat dengan baik. Ini untuk mempertegas iman kita, bahwa dekorasi dan tata altar merupakan pujian dan persembahan kita kepada Tuhan. Jadi, bukan hanya sekadar dilihat, tetapi juga dirasakan,” terang rama.

Ada sejumlah hal disepakati dalam pertemuan tersebut.
Pertama, pelindung Paguyuban Dekorasi dan Tata Altar Paroki Wedi yaitu Santa Theresia. Kedua, petugas tata altar mulai bertugas dari hari Sabtu sampai Rabu pagi. Petugas tata altar bertanggung jawab untuk mengecek hiasan altar (bunga dan sebagainya) selama hari itu. Ketiga, pembongkaran hiasan altar dilakukan pada hari Sabtu. Petugas yang membongkar hiasan altar adalah lingkungan yang bertugas pada Minggu berikutnya.
Keempat, apabila ada Misa Jumat pertama, maka tugas tata altar dimulai (maju) pada hari Jumat. Kelima, setiap hari Rabu diadakan kerja bakti merawat tanaman oleh Tim Pelayanan Dekorasi dan Tata Altar Paroki Wedi yang dibantu 2 lingkungan. Umat lingkungan dimohon membawa peralatan dan tumbler (wadah minuman) sendiri. Dalam waktu dekat akan dibuat jadwal kerja bakti.
Keenam, untuk hiasan altar disarankan menggunakan tanaman atau bunga hidup yang ditaruh di pot atau polibag. Sebab kalau menggunakan bunga (potong) harganya mahal. Dan saat bunga mengering, akan menjadi sampah. Dengan menggunakan tanaman atau bunga hidup, maka pengeluaran (dana) menjadi lebih hemat, serta umat akan lebih mencintai lingkungan hidup.
Dan ketujuh, kalau petugas tata altar terpaksa mengambil tanaman di depan gereja, maka dimohon untuk dikembalikan ke tempatnya lagi.









