Berhasil Lakukan Transformasi Digital, RSU Cakra Husada Klaten Raih Penghargaan Bintang 4

Rumah Sakit Umum Cakra Husada (RSUCH) Klaten meraih penghargaan Bintang 4 dari BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya dalam mengimplementasikan transformasi digital di layanan kesehatan.

WartaKita.org – Rumah Sakit Umum Cakra Husada (RSUCH) Klaten meraih penghargaan Bintang 4 dari BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya dalam mengimplementasikan transformasi digital di layanan kesehatan.

Penghargaan untuk Team IT ini diserahkan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan dr. Ir. Edwin Aristiawan, MM, CPM-A, CCGO, QRGP, CCCO kepada RSU Cakra Husada Klaten pada Selasa (11/3/2025).

Bacaan Lainnya

Sebelum menyerahkan piagam pengharagaan di RSU Cakra Husada, Edwin melihat langsung pelayanan kepada masyarakat yang melakukan pemeriksaan dan berdialog dengan pasien pengguna Aplikasi Mobile JKN.

Edwin menilai, langkah transformasi digital yang diterapkan oleh RSU Cakra Husada tersebut patut diapresiasi. Terlebih lagi RSU Cakra Husada telah berkomitmen dalam mengimplementasikan integrasi sistem antrian online, integrasi sistem online dan E-SEP.

Begitu juga terkait finger print dan bridging farmasi sehingga BPJS Kesehatan memberikan penghargaan Bintang 4 tersebut.

“Saya mengapresiasi RSUCH, terutama Direksi dan jajarannya yang telah bisa mengidentifikasi pinpoint-nya yakni kerumunan. Mengingat adanya kerumunan itu menyebabkan operasional di rumah sakit tidak efisien. Maka akan lebih efektif jika rumah sakit menggunakan sistem teknologi informasi (TI),” kata Edwin.

Lebih lanjut Edwin mengapresiasi khusus terkait sistem yang diterapkan RSUCH yang menurutnya baru pertama kali dilihatnya. Terutama saat masyarakat melakukan pendaftaran secara online di rumah sakit tersebut.

“Jadi belum bisa mendaftar, 30 menit sebelum dokter datang. Terus terang, ini belum pernah saya temui. Ini melakukan filtering yang kedua,” imbuh Edwin.

Edwin mengungkapkan, transformasi digital yang dibangun oleh BPJS Kesehatan tak hanya memberikan kemudahan akses layanan kesehatan kepada masyarakat saja. Tetapi juga untuk merubah budaya dalam antrean pemeriksaan sehingga tidak saling berebut melalui aplikasi Mobile JKN.

Seperti diketahui, pada Mobile JKN terdapat fitur pendaftaran pelayanan antrean secara online. Hal itu yang membuat masyarakat yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa melakukan pendaftaran dari rumah.

“Nomor antreannya sudah pasti, jadi tidak akan disalip orang atau hangus, sehingga bisa tenang. Kemudian bisa menggunakan waktunya dengan hal yang produktif. Sekalipun ibu rumah tangga seperti mengatarkan anak sekolah hingga menyiapkan sarapan untuk keluarganya, daripada menunggu lama di rumah sakit,” tutur Edwin.

Melalui tranformasi digital yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan itu juga untuk membangun budaya baru dan meningkatkan literasi digital. Karena itu, dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kolaborasi dengan rumah sakit dan masyarakat yang telah dibangun selama ini.

Penghargaan untuk Team IT ini diserahkan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, dr. Ir. Edwin Aristiawan, MM, CPM-A, CCGO, QRGP, CCCO kepada RSU Cakra Husada Klaten pada Selasa (11/3/2025).

Sedang Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Rumah Sakit Umum Cakra Husada Klaten dr. Surawijaya Bakhtiar Kaslam, M.Sc., Sp.PK mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diperoleh dari BPJS Kesehatan tersebut.

“Kami bergerak bersama, karena teknologi informasi menjadi komponen yang vital. Mulai dari rekam medis elektronik, Satu Sehat dari Kemenkes dan BPJS Kesehatan ada I-Care, Mobile JKN, pemanfaatan geometri wajah dan finger print,” katanya.

“Terus terang, kami merasa terbantu dalam pelayanan hingga mengurai kerumunan di rumah sakit,” imbuh Sura.

Sura mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas segala dukungan yang diberikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSCH. Terlebih lagi atas kerja sama selama ini.

“Semoga ke depan, kami dari pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan bisa berkembang lebih baik. Untuk mewujudkan suatu kolaborasi kesehatan dan digitalisasi yang lebih baik lagi,” harap Sura.

Pos terkait