WartaKita.org – Kabar gembira bagi para pecinta kuliner, khususnya soto di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
Bagi pecinta soto, rasanya belum lengkap jika belum mencicipi soto bumbung “Mbok Rene” yang berada di Jalan Raya Bayat – Cawas, tepatnya di Dukuh Dowo, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Selain menggunakan “mangkok” bambu untuk menyajikan soto, rasa dan baunya terasa khas dan terlihat segar. Kuahnya awet panas. Ketika wadah sotonya dipegang, tidak terasa panas, sehingga aman buat anak-anak.
Owner Warung Soto Bumbung “Mbok Rene”, Roni Asih, Senin (2/10/2023), menyampaikan, ia sudah berjualan soto bumbung sekitar satu tahun yang lalu. Salah satu ciri khas soto bumbung ini yaitu menggunakan mangkok yang berasal dari bambu jenis petung.
Isi soto bumbung ini seperti soto pada umumnya. Ada nasi, mie, tokolan, hingga suwiran daging ayam. Yang membedakan hanya bambu sebagai tempat sajian soto.

Menurut Roni, penyajian soto dengan bambu ini membuat panasnya soto menjadi lebih awet. Bahkan, rasa dan bau soto menjadi khas, sehingga soto terlihat lebih segar karena menggunakan bambu.
“Cukup dengan Rp10 ribu, pembeli sudah mendapatkan satu porsi soto bumbung, minuman, plus lauk. Sehingga harga sangat terjangkau,” katanya.
Salah satu pembeli, Sumarni mengaku sudah beberapa kali membeli soto bumbung Mbok Rene ini.
Awalnya, ia hanya penasaran saja. Namun setelah mencicipi rasa soto, ia kini sudah beberapa kali membeli.
“Soto bumbung Mbok Rene ini selain mangkoknya unik, karena menggunakan bambu, rasanya juga mantab, serta harganya terjangkau,” ucap warga Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi itu.









