WartaKita.org – Ada sesuatu yang menarik dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.
Sudah sekitar dua tahun ini, Pemdes Ngalas mengadakan kegiatan Posyandu untuk warga yang mengalami gangguan jiwa atau biasa disebut Posyandu Jiwa.
Bidan Pembina Desa Ngalas, Magdalena Budi Rahayu di sela kegiatan Posyandu Jiwa di Balai Desa Ngalas, Jumat (27/5/2022), menyampaikan, ada sekitar 20 orang yang mengikuti kegiatan Posyandu Jiwa ini. Setiap kali kegiatan, mereka didampingi oleh pendamping dari keluarga dan kader.
“Kegiatan Posyandu Jiwa ini rutin diadakan setiap hari Jumat minggu ketiga di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Ngalas, tepatnya di Dukuh Jragung atau di tempat kesekretariatnnya,” katanya.
Magdalena Budi Rahayu menjelaskan, kegiatan Posyandu Jiwa ini mulai diadakan sejak sekitar dua tahun yang lalu.
Untuk kegiatannya berupa pemeriksaaan kesehatan rutin, pengobatan, senam, dan aktifitas lain secara bergantian. Seperti berinovasi, keterampilan, menanam, mencoba membuat sesuatu, seperti cinderamata, dan sebagainya. Juga ada kegiatan lain seperti pengajian untuk memotivasi kerohaniannya.
“Selama ini kalau ada anggota Posyandu Jiwa yang membutuhkan rujukan atau perlu pananganan khusus, kita rujuk ke RSJD Dr Soedjarwadi. Kalau (membutuhkan penganan) medis kita rujuk ke Puskesmas Klaten Selatan. Ada dokter, perawat, dan bidan desa yang siap melayani,” ujarnya.
Lena menyatakan, pembentukan Posyandu Jiwa ini berawal dari ada banyak warga dengan gangguan jiwa yang tidak atau kurang diperhatikan.
“Lha, setelah ada Posyandu Jiwa ini mereka kita kumpulkan. Kita beri pengobatan dan motivasi. Sehingga dari awalnya dimana mereka sering tertutup, nggak mau cerita, dan menyendiri, maka setelah ada kegiatan Posyandu Jiwa dan mereka merasa satu komunitas, senasib, akhirnya mereka bisa terbuka, bisa cerita, karena ada pehatian. karenanya, lama-lama secara bertahap, mereka mulai bisa berbaur,” terangnya.
Ia mengatakan, setelah sering mengikuti kegiatan Posyandu Jiwa, tingkat kesehatan jiwa mereka menjadi lebih baik. Mereka menjadi lebih komunikatif, lebih aktif, dan mau terbuka.
“Ada positifnya juga (kegiatan Posyandu Jiwa ini). Sebab kesehatan jiwanya lebih bisa dikendalikan. Memang (mereka) harus rutin (ikut kegiatan). Posyandu Jiwa di Desa Ngalas ini adalah satu-satunya di Kecamatan Klaten Selatan. Kalau di Kabupaten Klaten ada beberapa, tetapi tidak sampai 10 Posyandu Jiwa,” tandasnya.
Sedang Kepala Desa (Kades) Ngalas Edy Riyanto mengemukakan, pembentukan Posyandu Jiwa ini dimaksudkan untuk memanusiakan (nguwongke) warga yang mengalami gangguan jiwa. Karena selama ini mereka terkesan terpinggirkan atau disendirikan.
“Setelah ada komitmen dari Puskesmas Klaten Selatan dan Pemerintah Desa Ngalas, maka kita buat Posyandu Jiwa sebagai pilot project. Dan ternyata, respon dari masyarakat atas adanya Posyandu Jiwa ini sangat bagus sekali. Memang, kepedulian kita dituntut untuk nguwongke mereka yang kurang beruntung. Mereka jangan dipinggirkan,” tegasnya.
Edy Riyanto menambahkan, kegiatan Posyandu Jiwa ini dibiayai dari dana desa. Kebijakan alokasi dananya seperti kegiatan untuk Posyandu Balita dan Lansia.
“Posyandu Jiwa di Desa Ngalas ini pertama kali di Kecamatan Klaten Selatan, dan berlanjut sampai sekarang. Ini untuk merangsang desa lain untuk peduli (kepada warga yang mengalami gangguan jiwa). Walaupun saya sering diledek, lurahe wong edan. Tapi nggak masalah. Lha selama ini kami kan mau ngopeni mereka. Lha nggonmu kok ora diopeni,” canda Edy Riyanto.









